Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Dunia / Jerman Cabut Larangan Perjalanan ke Eropa Mulai 15 Juni

Jerman Cabut Larangan Perjalanan ke Eropa Mulai 15 Juni

Kamis, 04 Juni 2020 01:25 WIB

Font: Ukuran: - +

DIALEKSIS.COM | Berlin - Jerman akan mencabut larangan perjalanan ke negara-negara Eropa mulai 15 Juni. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pelonggaran pembatasan Corona di Eropa.

"Kami telah memutuskan hari ini bahwa peringatan perjalanan untuk serangkaian negara-negara yang disebutkan tidak akan dilanjutkan tetapi digantikan oleh saran perjalanan," kata Menteri Luar Negeri Heiko Maas, seperti dilansir dari AFP, Rabu (3/6/2020).

Peringatan itu akan diganti dengan saran untuk masing-masing negara, "asalkan tidak ada larangan masuk atau lockdown besar-besaran di negara masing-masing", katanya.

Jerman juga akan mengawasi data penularan Corona dengan sangat hati-hati. Mass mengatakan bahwa larangan perjalanan dapat diberlakukan kembali jika infeksi baru Corona mencapai 50 kasus per 100.000 orang dalam seminggu di negara tersebut.

Jerman memberlakukan larangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terhadap semua perjalanan asing pada pertengahan Maret. Ini merupakan bagian dari langkah-langkah untuk memperlambat penyebaran virus Corona.

Tetapi dengan angka kasus Corona baru yang turun tajam, pemerintah sedang mencari cara untuk meningkatkan kembali perekonomian agar bisa berjalan kembali.

Jerman hanya melaporkan 342 kasus baru virus Corona pada hari Rabu (3/6) - turun drastis dari lebih dari 6.000 kasus baru sehari saat puncak wabah pada bulan Maret.

Pada Mei, Uni Eropa menetapkan rencana untuk memulai kembali perjalanan secara bertahap pada musim panas ini. Beberapa negara sudah mulai membuka kembali perbatasan mereka dalam upaya untuk menghidupkan kembali industri pariwisata yang mati karena Corona.

Italia dibuka kembali untuk pelancong dari Eropa pada hari Rabu (3/6), dan Austria mencabut pembatasan pada pertengahan Juni berbarengan dengan Jerman, Swiss, Republik Ceko, Slovakia dan Hongaria.

Negara-negara lain, seperti Belgia dan Inggris, masih tidak menyarankan, atau melarang, semua perjalanan tidak penting ke luar negeri.

Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda