Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Erdogan Kritik Keras Israel, Sebut “Jaringan Haus Darah” di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Erdogan Kritik Keras Israel, Sebut “Jaringan Haus Darah” di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Minggu, 15 Maret 2026 21:15 WIB

Font: Ukuran: - +


 Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Foto: Ist/net


DIALEKSIS.COM | Istanbul - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, melontarkan kritik keras terhadap Israel yang ia sebut sebagai “jaringan haus darah” di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan saat menghadiri acara buka puasa bersama dalam rangka memperingati Hari Kedokteran 14 Maret di Fakultas Kedokteran Universitas Istanbul, Sabtu (14/3).

Erdogan menuding Israel terus menargetkan fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit di Iran dan Lebanon, dengan pola serangan yang menurutnya serupa dengan yang terjadi di Jalur Gaza.

“Jaringan haus darah terus menyerang sekolah dan rumah sakit di Iran dan Lebanon, persis seperti yang mereka lakukan di Gaza,” kata Erdogan, seperti dilansir Anadolu Agency.

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, Erdogan menegaskan bahwa Turki akan tetap berada di barisan negara yang mengedepankan diplomasi dan akal sehat.

“Menghadapi situasi yang gila ini, Turki berada di garda terdepan dalam membela kemanusiaan, membela logika, dan mencari solusi krisis melalui dialog,” ujarnya.

Ia juga menyoroti besarnya korban kemanusiaan dalam konflik yang terus berlangsung. Menurutnya, dunia kini menyaksikan kondisi memilukan ketika nyawa manusia seakan tak lagi bernilai, termasuk bayi dalam inkubator hingga anak-anak sekolah yang menjadi korban serangan bom.

Erdogan menyebut, selama perang di Gaza hampir 1.700 tenaga medis termasuk dokter dan perawat tewas akibat serangan militer Israel.

Situasi konflik di Timur Tengah disebut mencapai titik kritis setelah operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Salah satu insiden yang paling disorot adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 150 anak.

Sebagai respons, pemerintah di Teheran meluncurkan serangan balasan berupa gelombang drone dan rudal ke wilayah Israel serta negara-negara yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Melihat eskalasi konflik tersebut, Erdogan menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Turki tidak didorong oleh kepentingan geopolitik atau ekonomi semata.

“Kami akan mempertahankan sikap kemanusiaan. Kami tidak melihat peristiwa melalui nilai minyak, emas, gas alam, atau mineral, melainkan melalui lensa keadilan, kasih sayang, dan martabat manusia,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Erdogan mengutip ayat dalam Al-Qur'an Surah Al-Ma’idah ayat 32 yang menegaskan bahwa menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.

Ia pun menekankan prinsip yang dipegang pemerintahannya, yakni “biarkan rakyat hidup agar negara dapat hidup.”

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI