Selasa, 03 November 2026
Beranda / Berita / Dunia / 18 Kali Serangan Drone Hantam Jaringan Listrik Sudan dalam Sepekan, Ethiopia Dituding Terlibat

18 Kali Serangan Drone Hantam Jaringan Listrik Sudan dalam Sepekan, Ethiopia Dituding Terlibat

Selasa, 03 November 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Para pekerja memeriksa kerusakan di pembangkit listrik al-Markhiyat, sebelah utara Omdurman, pada 28 Oktober 2026, menyusul laporan serangan pesawat nirawak (drone) oleh kelompok paramiliter Sudan, Rapid Support Forces [Foto: AFP]


DIALEKSIS.COM | Sudan - Serangan pesawat nirawak atau drone kembali menghantam jaringan listrik Sudan. Kali ini, tiga gardu listrik di wilayah timur dan utara negara tersebut menjadi sasaran serangan pada Senin (2/11/2026).

Serangan tersebut memicu kebakaran dan menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Dengan kejadian terbaru ini, total serangan terhadap jaringan listrik Sudan mencapai 18 kali dalam sepekan terakhir.

Media setempat melaporkan, serangan terjadi di fasilitas listrik New Halfa dan Aroma, Negara Bagian Kassala, wilayah timur Sudan. Sementara itu, gardu listrik al-Ghazali di Negara Bagian Utara juga dilaporkan terkena serangan.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di fasilitas listrik tersebut. Tim pertahanan sipil terlihat berupaya memadamkan kebakaran. Namun, Al Jazeera menyatakan belum dapat memverifikasi secara langsung rekaman video maupun laporan serangan tersebut.

Pemerintah militer Sudan menuding Ethiopia membantu kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) dalam melancarkan serangan terhadap infrastruktur listrik negara itu.

Tuduhan tersebut semakin menguat setelah pemerintah Sudan pada Minggu mengumumkan telah mengajukan pengaduan terhadap Ethiopia kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika.

Sudan menuding Addis Ababa terlibat dalam rangkaian serangan yang menyasar infrastruktur sipil, termasuk fasilitas pembangkit listrik.

Konflik antara militer Sudan dan RSF sendiri telah berlangsung sejak April 2023. Sejak saat itu, pertempuran terus meluas dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat serta fasilitas umum.

Di tengah meningkatnya ketegangan, militer Sudan juga mengumumkan adanya pembelotan sejumlah anggota RSF di Damazin, ibu kota Negara Bagian Blue Nile, wilayah tenggara Sudan.

Pengumuman tersebut menyusul pernyataan komandan senior RSF, Siddiq Ander, yang sebelumnya menyatakan telah membelot. Pernyataan itu terekam dalam sebuah video yang diperoleh secara eksklusif oleh Al Jazeera.

Militer Sudan menyebut pembelotan tersebut menjadi bagian dari meningkatnya jumlah anggota RSF yang menyerahkan diri di Negara Bagian Blue Nile.

Selain itu, pihak militer mengklaim komandan yang membelot telah memberikan informasi mengenai pengelolaan operasi militer RSF di Damazin, termasuk dugaan adanya dukungan dari Ethiopia terhadap kelompok tersebut.

Hingga kini, tuduhan keterlibatan Ethiopia dalam serangan terhadap jaringan listrik Sudan masih merupakan klaim pemerintah militer Sudan. [Aljazeera. Anadolu]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI