Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / 16 Tahun Berkuasa, Akankah Viktor Orbán Tumbang di Pemilu Ini?

16 Tahun Berkuasa, Akankah Viktor Orbán Tumbang di Pemilu Ini?

Selasa, 07 April 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Perdana Menteri Viktor Orbán. [Foto: AP Photo/Denes Erdos]


DIALEKSIS.COM | Budapest - Pemilihan umum Hungaria yang dijadwalkan berlangsung pada 12 April menjadi perhatian besar di Eropa. Banyak pihak di Uni Eropa berharap kekalahan Perdana Menteri Viktor Orbán, yang dinilai kerap menghambat kebijakan bersama blok tersebut.

Orbán, pemimpin terlama di Uni Eropa, dilaporkan tertinggal dalam sejumlah jajak pendapat. Selama lebih dari satu dekade berkuasa, ia dikenal sering menggunakan hak veto untuk memblokir keputusan penting, termasuk bantuan bagi Ukraina dan kebijakan terhadap Rusia.

Penantangnya, Péter Magyar, menyatakan akan memperbaiki hubungan Hungaria dengan Uni Eropa jika terpilih.

Ketegangan antara Hungaria dan Uni Eropa meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Brussel bahkan membekukan miliaran euro dana untuk Budapest sejak 2022 karena kekhawatiran atas supremasi hukum, independensi peradilan, dan kebebasan media.

Di tengah berbagai krisis global -- mulai dari perang di Ukraina, konflik Timur Tengah, hingga meningkatnya populisme sayap kanan -- sikap Hungaria dinilai memperlemah respons kolektif Uni Eropa.

Sejumlah analis menilai sistem pengambilan keputusan Uni Eropa yang mensyaratkan suara bulat menjadi celah yang dimanfaatkan Orbán. Hal ini memicu dorongan untuk mereformasi aturan, termasuk mengurangi penggunaan veto atau bahkan mencabut hak suara Hungaria melalui mekanisme hukum.

Namun, langkah tersebut tidak mudah dilakukan karena tetap membutuhkan persetujuan seluruh negara anggota.

Hasil pemilu Hungaria dinilai akan sangat menentukan arah hubungan negara itu dengan Uni Eropa, sekaligus memengaruhi stabilitas politik kawasan ke depan. [sm/js/AP]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI