Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Klinik Kita
Beranda / Dialog / Sulaiman Abda: Kita Harus Perjuangkan KEK Pantai Barat Selatan

Sulaiman Abda: Kita Harus Perjuangkan KEK Pantai Barat Selatan

Senin, 29 Oktober 2018 10:00 WIB

Sulaiman Abda (Foto: Antara)

Pohon cemara menari-nari diterpa angin ketika dialeksis berbincang-bincang dengan Sulaiman Abda di Tibang, Banda Aceh, Selasa (23/10).

Jamaah subuh yang meneguk secangkir kopi di Bin Ahmad satu-satu pulang. Hanya beberapa yang masih setia dengan kenikmatan kopi kampung.  

Pengunjung lainpun datang. Wakil Ketua DPRA itupun menyambut tamu yang hendak bersilaturahmi dengannya.

"Beginilah selalu keadaan di sini, " kata sosok yang akrab disapa Ayah atau Bang Leman sambil mengajak duduk di satu sudut rumah Aceh yang kontruksinya dibuat sejak 1948. 

Bagaimana perkembangan pencalonan Anda sebagai anggota DPR RI? 

Kita jangan bicara itulah. Biarlah berjalan apa adanya saja. Tidak perlu dibahas, apalagi secara dalam.  

Tapi, publik sangat antusias untuk mendukung Anda. Apa tanggapan Anda?

Sudahlah, semua punya pilihan. Kita hanya perlu bersilaturahmi saja, tanpa mesti di atas motif politik.  

Jika boleh tahu, apa politik gagasan yang hendak Anda tawarkan, khususnya untuk kawasan Pantai Barat Selatan?  

Pantai Barat Selatan itu negeri yang kaya. Alamnya, juga orangnya, termasuk gagasannya.  

Boleh dijelaskan lebih jelas?  

Jadi, saya selama ini dalam perjalanan ke Pantai Barat Selatan termasuk bertemu dengan gagasan-gagasan besar.  

Boleh tahu apa itu? 

Saya diberi tahu tentang potensi solusi membangun Pantai Barat Selatan dengan pendekatan, yang kemudian oleh putra Pantai Barat Selatan sendiri disebut dengan Kawasan Ekonomi Pantai Barat Selatan. 

Boleh tahu siapa pemilik ide brilian itu?  

Karena ini masih musim Pileg sebaiknya biar dia nyaman, jangan kita sampaikan dahulu. Tapi, yang penting gagasannya itu patut dan pantas kita perjuangkan.  

Apa kelebihan KEK Pantai Barat Selatan?

Sangat banyak, bahkan ini bisa menjadi solusi untuk menunda untuk mengekploitasi sektor tambang.  

Bagaimana pandangan Anda sendiri soal tambang?  

Itu biarlah suara rakyat, biarlah pemerintah yang mensikapi, saya belum tepat untuk menyatakan pandangan. Saya justru sedang sangat bersemangat untuk membantu gagasan asli dari putra Pantai Barat Selatan ini agar semakin meluas diketahui oleh berbagai stakeholder, termasuk oleh Pemerintah Pusat.  

Bagaimana peluang kemenangan Anda di Pantai Barat Selatan?  

Sudahlah, jangan soal politik elektoral dahulu. Kita bicara gagasan saja, itu jauh lebih bermanfaat.  

Apa gagasan lain yang hendak Anda sampaikan? 

Wah, gagasan KEK Pantai Barat Selatan itu sudah keren sekali. Di dalamnya terhubung ragam gagasan aplikatif yang juga penting sekaligus memberi dampak positif bagi semuanya.  

Boleh tahu siapa lawan politik Anda yang terberat? 

Hahaha tidak ada lawan politik bagi saya. Semua adalah mitra silaturahim saya. Bagi saya, siapapun mereka, calegkah, pengurus partaikah, dari parpol manapun, dari daerah manapun, adalah saudara. Jadi, tidak ada lawan, apalagi musuh.  

Jika Anda terpilih, apa yang Anda lakukan untuk Aceh? 

Sudahlah, jangan bicara politik dulu. Tanpa menjadi politisi, siapapun kita punya kewajiban menjaga dan merawat Aceh. Semua harus berkontribusi untuk membaikkan Aceh.  

Daun cemara masih terus menari ketika Dialeksis memohon pamit. Sisa kopi digelas kembali mengalir dikerongkongan. Langit di atas bersih. Awan awan putih rapi berbaris menjaga panas agar tidak terlalu menekan bumi.  

Editor :
Indri

IKLAN SYAMSUL RIZAL ACADEMIC LEADER 2018
Komentar Anda