Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Klinik Kita
Beranda / Dialog / KEK Aceh Dapat Menjadi Pisau Bermata dua

KEK Aceh Dapat Menjadi Pisau Bermata dua

Sabtu, 10 November 2018 12:26 WIB


Disela sela aktivitas sebagai  pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Fakhruddin, Putra kelahiran Aceh tengah 8 februari 1979 selain akademisi juga dikenal sebagai pengamat ekonomi Aceh.

Lulus dari Sarjana Ekonomi Pembangunan Departemen Fakultas Ekonomi di Universitas Syiah Kuala pada tahun 2002 terutama fokus pada ekonomi moneter, kemudian melanjutkan gelar master dalam ekonomi pada tahun 2011, konsentrasi pada ekonomi moneter dan internasional. Sejak 2013, ditetapkan sebagai ketua laboratorium dari Perkembangan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Kepada Dialeksis,  Fakhruddin berdiskusi terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Aceh-Arun. Berikut ini petikan wawancaranya :


Bagaimana anda mencermati dan menilai keberadaan kawasan ekonomi khusus aceh?

KEK penting dan punya peran strategis untuk pembanguan nasional dan daerah. Oleh sebab itu eksistensi KEK harus dipertahankan keberadaan dan keberlanjutan KEK lhokseumawe tersebut.


Apa dampak positif keberadaan KEK bagi masyarakat aceh ditinjau secara ekonomi pembangunan?

Secara teori keberadaan KEK sangat baik bagi aceh krn akan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi daerah. Namun apakah akan  kemanfaatan KEK tsb dirasakan oleh penduduk aceh? Ini yang harus diperhatikan.

Keberadaan KEK dapat menjadi pisau bermata dua bagi aceh. Disatu sisi sangat baik namun disisi lain berpotensi menjadi pemicu semakin tertinggalnya masyarakat aceh. Dampak buruk kek akan dirasakan kalau dalam jangka panjang kualitas pendidikan aceh tidak mampu tumbuh sesuai dengan kebutuhan KEK. Akibatnya KEK akan dipenuhi oleh tenaga kerja dari luar aceh.


Menurut anda apa yg menyebabkan akselerasi implementasi KEK di Aceh terkesan stagnan (tidak berjalan)?

saya sulit menjawabnya krn tidak terlibat dalam prosesnya


Apakah anda setuju jika pemerintah melibatkan pihak kampus ketika beroperasi nantinya, khusus urusan kebutuhan SDM?

Keterlibatan kampus penting karena bisa menjadi katalisator bagi pembangunan KEK

(*)


Editor :
AMPONDEK

IKLAN SYAMSUL RIZAL ACADEMIC LEADER 2018
Komentar Anda