Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Data / Survei 25 Negara: Indonesia Teratas Soal Moralitas, AS Terpuruk

Survei 25 Negara: Indonesia Teratas Soal Moralitas, AS Terpuruk

Senin, 23 Maret 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi gedung Pew Research Center. Foto: IDNFfinancial.com

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Indonesia dinilai sebagai salah satu negara dengan tingkat moralitas publik tertinggi di dunia berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Pew Research Center. Temuan ini menempatkan Indonesia di posisi teratas bersama Kanada, dengan mayoritas masyarakatnya memandang sesama warga sebagai bermoral baik.

Dalam survei yang melibatkan lebih dari 28 ribu responden di 25 negara tersebut, sebanyak 92 persen responden di Indonesia menilai masyarakatnya memiliki standar moral yang baik. Angka ini menjadi yang tertinggi secara global, mencerminkan kuatnya nilai sosial, budaya, dan keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

Sebaliknya, hasil berbeda justru terlihat di Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu menjadi satu-satunya negara dalam survei di mana mayoritas responden menilai moralitas warganya cenderung buruk. Tercatat, 53 persen responden di AS memiliki pandangan negatif terhadap moral sesama warga, sementara hanya 47 persen yang menilai sebaliknya.

Laporan Pew Research Center juga mengungkap bahwa secara umum, mayoritas negara yang disurvei masih menunjukkan kecenderungan positif dalam menilai moral masyarakatnya. Namun, terdapat perbedaan signifikan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, agama, tingkat pendidikan, hingga dinamika sosial-politik di masing-masing negara.

Selain itu, survei tersebut juga menggambarkan sikap tegas masyarakat Indonesia terhadap berbagai isu moral. Mayoritas responden menilai perilaku seperti perselingkuhan, perjudian, dan homoseksualitas sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara moral. Hal ini dinilai mencerminkan kuatnya nilai konservatif yang masih dipegang oleh masyarakat Indonesia.

Meski demikian, Pew Research Center menegaskan bahwa hasil survei ini menggambarkan persepsi publik, bukan ukuran objektif mengenai tingkat moralitas suatu negara. Persepsi tersebut bisa berubah seiring waktu, mengikuti perkembangan sosial dan budaya yang terjadi di masing-masing negara.

Temuan ini sekaligus menjadi cerminan bagaimana masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman yang terus berlangsung.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI