Beranda / Berita / Cadangan Gas Lapangan Arun Hanya Bertahan 3 Tahun Lagi

Cadangan Gas Lapangan Arun Hanya Bertahan 3 Tahun Lagi

Jum`at, 02 Februari 2024 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Pencarian sumber minyak dan gas alam. [Foto: dok PGE]


DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - PT Pema Global Energi (PGE) melakukan sosialisasi rencana kegiatan survei seismik 3D untuk mencari sumber-sumber minyak dan gas alam baru di 13 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. 

Field Manager PT Pema Global Energi (PGE), Agung Widiantoro, mengungkap data bahwa cadangas minyak dan gas (Migas) di Lapangan Arun Aceh Utara hanya bertahan dua atau tiga tahun lagi. Pernyataan itu disampaikan dalam sosialisasi survei seismik 3D di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara di Landing Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (2/1/2024).

“Masa kontrak PGE di Wilayah Kerja B berlaku selama 20 tahun, yakni sejak 2021 hingga 2041. Untuk itu, diperlukan eksplorasi yang masif untuk menemukan cadangan migas yang baru, salah satunya melalui survei seismic,” kata Agung.

Tahun ini, kata Agung, survei seismik 3D dilakukan dalam area seluas 240 Km2 tersebar di 13 kecamatan yaitu Kecamatan Tanah Pasir, Syamtalira Aron, Lapang, Meurah Mulia, Samudera, Lhoksukon, Nibong, Pirak Timu, Matangkuli, Syamtalira Bayu, Tanah Luas, Paya Bakong dan Cot Girek. Tujuannya untuk mencari sumber cadangan Migas baru di Aceh Utara.

Ia menambahkan bahwa PGE telah mengantongi sejumlah regulasi terkait dengan rencana kegiatan seismik itu yang akan dimulai pada akhir Februari hingga akhir tahun ini. Disebutkan bahwa dalam melakukan survei seismik itu pihaknya tidak melakukan pembebasan lahan/tanah milik masyarakat. 

Hanya saja akan diberikan kompensasi jika terjadi kerusakan tanaman yang besarannya mengacu pada Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 500/806/2019 tentang Penetapan Nilai Kompensasi Atas Pemakaian Tanah, Tanaman Kehutanan, Perkebunan, Pertanian, dan Perikanan serta Benda Lain yang Ada di Atas Tanah dalam Rangka Kegiatan Survei Seismik 3D Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi dalam Kabupaten Aceh Utara.

“Kami harap dukungan masyarakat dalam proses seismik ini,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda