Beranda / Berita / Nasional / Beredar Informasi Menyesatkan, SKK Migas Fokus Validasi Temuan Cadangan Gas di Blok Andaman

Beredar Informasi Menyesatkan, SKK Migas Fokus Validasi Temuan Cadangan Gas di Blok Andaman

Sabtu, 13 Januari 2024 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Hudi D. Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, menjelaskan, informasi tentang giant discovery ini telah menjadi angin segar bagi industri hulu migas di Indonesia Namun demikian, Hudi menyayangkan beberapa informasi yang tidak akurat dan spekulatif terkait temuan cadangan gas tersebut. [Foto: akamigas]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Temuan besar cadangan gas bumi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy di Wilayah Kerja (WK) South Andaman, yang mencapai lebih dari 6 Trillion Cubic Feet (TCF), merupakan kabar yang sangat signifikan bagi industri hulu minyak dan gas (migas) di Indonesia. Temuan gas jumbo ini berasal dari Sumur Eksplorasi Layaran-1.

Hudi D. Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, menjelaskan, informasi tentang giant discovery ini telah menjadi angin segar bagi industri hulu migas di Indonesia

Namun demikian, Hudi menyayangkan beberapa informasi yang tidak akurat dan spekulatif terkait temuan cadangan gas tersebut.

Salah satu informasi yang keliru adalah seolah-olah cadangan yang ditemukan adalah minyak dengan potensi mencapai miliaran barel.  

"Bahkan, ada spekulasi yang menghubungkan temuan ini dengan penghapusan kemiskinan di Aceh. Informasi ini menyesatkan. Hal ini perlu diluruskan," ucap Hudi dalam keterangannya, Sabtu (13/1/2024).

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), total sumber daya di area Andaman diperkirakan sebesar 4.965 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE). Di wilayah ini, dua konsorsium besar KKKS beroperasi, yaitu Harbour Energy dan Mubadala Energy.

Hudi menjelaskan, saat ini penemuan gas di South Andaman masih dalam tahap eksplorasi awal. Mubadala Energy sedang melakukan serangkaian tes yang mencakup core analysis, fluid analysis, dan post drill analysis untuk mengevaluasi potensi penuh dari temuan ini. 

"Hasil dari sumur eksplorasi dan appraisal akan digunakan untuk menyusun Penentuan Status Eksplorasi (PSE), yang akan menjadi dasar untuk Plan of Development (PoD). PoD akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kajian teknis, ekonomis, skenario pengembangan, hingga strategi komersialisasi," tuturnya.

Hudi menambahkan, terkait infrastruktur termasuk pembangunan kilang LNG akan terjawab setelah POD selesai. Secara umum betul penemuan gas ini akan butuh infrastruktur agar bisa dikomersialkan.

“Karena itu, SKK Migas akan fokus memvalidasi potensi gas tersebut di Blok Andaman, sekitar 100 kilometer Sumatera bagian utara,” pungkasnya. [RA]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda