Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / IMF Apresiasi Ekonomi Indonesia, Ekonom: Strategi Pembiayaan Jadi Kunci Pertumbuhan

IMF Apresiasi Ekonomi Indonesia, Ekonom: Strategi Pembiayaan Jadi Kunci Pertumbuhan

Minggu, 19 April 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian. [Foto: net via realitarakyat.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi dunia menegaskan kuatnya stabilitas makro di tengah tekanan global. 

Namun, pengakuan tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab tantangan pertumbuhan ke depan yang semakin kompleks dan membutuhkan strategi pendanaan yang lebih terarah.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengatakan fokus kebijakan kini perlu bergeser dari sekadar menjaga stabilitas menuju penguatan struktur pembiayaan ekonomi. 

“Tantangan saat ini bukan lagi soal stabil atau tidak, melainkan apakah kita memiliki arsitektur pendanaan yang kuat untuk menopang ambisi pertumbuhan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, disiplin fiskal yang selama ini dijaga pemerintah , termasuk defisit di bawah tiga persen dan rasio utang yang terkendali, memang menjadi fondasi penting. Meski begitu, pasar global kini menuntut transparansi yang lebih komprehensif terkait arah pembiayaan dan strategi jangka menengah Indonesia. 

“Pasar ingin memahami ‘funding story’ Indonesia, bukan hanya angka-angka fiskal,” katanya.

Menurut Fakhrul, pemerintah perlu mengubah pendekatan komunikasi kebijakan dari berbasis aturan menjadi berbasis strategi. Artinya, tidak hanya menekankan batasan fiskal, tetapi juga menjelaskan sumber pembiayaan, komposisi pendanaan, serta langkah mitigasi risiko secara terbuka. 

“Kejelasan arah menjadi kunci di tengah ketidakpastian global,” ucapnya.

Selain itu, diversifikasi sumber pembiayaan dinilai semakin mendesak di tengah meningkatnya biaya dana global, terutama yang berbasis dolar AS. Ia menilai Indonesia perlu lebih aktif mengembangkan alternatif pembiayaan, termasuk melalui kerja sama bilateral dan pemanfaatan mata uang lokal. 

“Ada sumber likuiditas dengan biaya lebih rendah yang bisa diakses jika strategi pembiayaan diperluas,” jelasnya.

Fakhrul menambahkan, stabilitas ekonomi yang telah dicapai saat ini seharusnya menjadi modal untuk langkah yang lebih besar, yakni memperkuat kedaulatan ekonomi melalui pembiayaan yang berkelanjutan.

“Stabilitas adalah titik awal, bukan tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah bagaimana membiayai pertumbuhan secara kredibel dan berdaya tahan,” pungkasnya. [ip]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI