Beranda / Berita / Aceh / Putra Nagan Raya Minta Bupati dan Wakil Bupati Perbaiki Kesalahpahaman

Putra Nagan Raya Minta Bupati dan Wakil Bupati Perbaiki Kesalahpahaman

Senin, 01 Februari 2021 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Alfi Nora
Ketua ISMI Aceh yang juga putra Nagan Raya, Nurchalis. [IST]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wakil Bupati Nagan Raya sudah berbulan-bulan tidak masuk kantor guna melaksanakan tugasnya sebagai pejabat pemerintah di daerah sana.

Kabarnya, telah terjadi pecah kongsi antara Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya. Wakil bupati itu tak masuk kantor karena diminta diam oleh bupati.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh, Nurchalis yang juga seorang putra Nagan Raya angkat bicara mengenai peristiwa itu.

Dirinya meminta kedua belah pihak agar saling memperbaiki kesalahpahaman terjadi dan harmonisasi untuk membangun kesejahteraan warga Nagan sesuai visi dan misinya.

"Bupati dan Wakil Bupati diharapkan membangun sebuah keharmonisan agar tercapai cita-cita pembangunan. Apalagi Nagan Raya adalah kabupaten pemekaran yang baru lahir beberapa belasan tahun yang lalu," ujar Nurchalis saat dihubungi Dialeksis.com, Senin (1/2/2021).

Ia menyebut cukup banyak sisi yang terdampak akibat disharmoni yang terjadi antara Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya. 

Ia melanjutkan, warga Nagan Raya sedang menonton hal itu. Ia khawatir disharmoni ini menyebabkan simpatisan kedua belah pihak saling beradu diksi dan agresif menyerang.

"Keharmonian bupati dan wakilnya ini terus jadi bahan gunjingan. memang tugas pokok seorang wakil bupati adalah membantu tugas-tugas bupati sesuai dengan RPJM yang telah di susun. Namun, mengapa wakil bupati tidak bekerja dan tidak berada di Aceh," sebut Nurchalis.

Dengan tegas ia katakan tak ingin berasumsi tentang jarak harmonisasi antara bupati dan wakilnya. Yang pasti, ia menginginkan kesalahpahaman itu bisa tertuntaskan. 

"Kita tidak bicara tentang politik, tapi kita berkeinginan mereka menjadi negarawan yang baik. karena mereka menjadi contoh bagi masyarakat, ketika mereka dalam keadaan harmonis, maka itu menjadi energi positif bagi rakyat," pungkansya.

Keyword:


Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda