Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / HUT ke-821 Banda Aceh Dongkrak UKM dan Perdagangan, Perputaran Ekonomi Capai Rp7,62 Miliar

HUT ke-821 Banda Aceh Dongkrak UKM dan Perdagangan, Perputaran Ekonomi Capai Rp7,62 Miliar

Selasa, 28 April 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Banda Aceh, Bukhari Sufi, menilai rangkaian kegiatan HUT yang berlangsung meriah berhasil membuka ruang ekonomi yang luas bagi masyarakat. [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) serta sektor perdagangan di ibu kota Provinsi Aceh itu.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Banda Aceh, Bukhari Sufi, menilai rangkaian kegiatan HUT yang berlangsung meriah berhasil membuka ruang ekonomi yang luas bagi masyarakat. Menurutnya, momentum tersebut tidak hanya memacu transaksi perdagangan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi warga hingga menciptakan perputaran uang bernilai besar.

“Pelaksanaan HUT ke-821 ini benar-benar memberi dampak nyata bagi pelaku UKM dan perdagangan. Ada perputaran ekonomi yang cukup besar, dan ini menjadi bukti bahwa momentum seperti ini sangat penting untuk mendorong geliat usaha masyarakat,” ujar Bukhari Sufi kepada Dialeksis, Selasa (28/4/2026)

Salah satu kegiatan yang memberi dampak besar yakni event Banda Aceh Experience, yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Raker Komwil) I APEKSI dalam peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu diikuti oleh 24 kota se-Sumatra dan mampu memicu perputaran ekonomi hingga Rp7,62 miliar.

Berdasarkan data penyelenggara, nilai direct impact dari event tersebut mencapai Rp5,08 miliar. Angka itu bersumber dari belanja penyelenggara, kontribusi sponsor, pengeluaran pengunjung, serta pendapatan tenant yang terlibat dalam kegiatan. Sementara itu, indirect impact yang dihitung menggunakan koefisien 1,5 mencapai Rp2,54 miliar.

Dampak tidak langsung juga dirasakan luas oleh sektor pendukung, seperti perhotelan, transportasi, kuliner, produksi, energi, hingga berbagai jasa lainnya. Kehadiran para kepala daerah dan delegasi dari berbagai kota turut mendorong meningkatnya mobilitas tamu, sehingga aktivitas ekonomi di Banda Aceh ikut bergerak lebih cepat.

Event ini juga melibatkan sedikitnya 130 tenant yang didominasi pelaku UKM lokal. Beragam produk unggulan seperti kuliner, fesyen, dan kerajinan kreatif menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dan delegasi dari luar daerah.

Salah seorang pelaku UMKM, Fira dari tenant Secoklatitu, mengaku merasakan langsung dampak positif dari kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, penjualan pada hari pertama jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa.

“Alhamdulillah, hari pertama saja sudah jauh lebih ramai dari biasanya. Penjualan meningkat dan produk kami juga lebih dikenal oleh pengunjung dari luar daerah,” ujarnya.

Bukhari menambahkan, selain meningkatkan transaksi, momentum HUT juga memperkuat kerja sama antarpelaku usaha. Kesempatan yang tercipta selama rangkaian acara dinilai membuka peluang kemitraan baru serta memperluas jejaring bisnis lokal.

“Yang paling terasa bukan hanya nilai transaksinya, tetapi juga terbukanya ruang kolaborasi antarpelaku usaha. Ini sangat baik untuk membangun ekosistem perdagangan yang lebih kuat di Banda Aceh,” katanya.

Ia menegaskan, Diskopukmdag Banda Aceh akan terus mendorong agar momentum seperti ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Tujuannya, agar pertumbuhan UKM dan perdagangan tidak hanya terasa saat perayaan besar, tetapi juga berlanjut dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Ini harus menjadi awal yang baik bagi penguatan ekonomi daerah. Kalau kolaborasi antar pelaku usaha terus terbangun, saya yakin UKM Banda Aceh akan semakin maju,” pungkasnya. [ra]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI