Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Afdhal Khalilullah: BSI Ramadhan Fest Dorong Perputaran Ekonomi UMKM di Banda Aceh

Afdhal Khalilullah: BSI Ramadhan Fest Dorong Perputaran Ekonomi UMKM di Banda Aceh

Minggu, 15 Maret 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Wakil Walikota Banda Aceh Afdhal Khalilullah bersama Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadan saat diwawancarai awak media usai penutupan BSI Ramadhan Fest 1447 H, Minggu (15/3/2026) sore.[Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh menilai kegiatan BSI Ramadhan Fest 1447 Hijriah yang berlangsung di kawasan Masjid Raya Baiturrahman memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Banda Aceh Afdhal Khalilullah saat diwawancarai awak media usai menghadiri penutupan BSI Ramadhan Fest 1447 H, Minggu (15/3/2026) sore.

Menurut Afdhal, kegiatan festival yang berlangsung selama beberapa hari tersebut berhasil mendorong transaksi ekonomi masyarakat secara signifikan, terutama melalui sistem pembayaran digital atau non-tunai.

“Kami melihat pembangunan ekonomi semakin meningkat. Kawan-kawan dari perbankan juga sangat terbantu karena selama tiga hari pelaksanaan festival ini bisa menghasilkan sekitar 7.000 transaksi non-tunai di Kota Banda Aceh,” kata Afdhal.

Ia menilai kegiatan seperti ini perlu terus diperbanyak karena terbukti mampu meningkatkan perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

“Hal-hal seperti ini yang kami harapkan bisa lebih sering dilakukan di Kota Banda Aceh, agar peredaran ekonomi masyarakat menjadi jauh lebih baik,” ujarnya.

Afdhal juga mengaku melihat langsung tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Ramadhan Fest tersebut. Setiap hari, kawasan sekitar Masjid Raya dipadati warga yang datang untuk berbelanja maupun menikmati berbagai kegiatan yang disajikan.

“Saya hampir setiap hari lewat di depan Masjid Raya ini dan memang sangat ramai. Banyak tenant yang diundang ikut berkolaborasi dalam kegiatan ini, dan mereka adalah pelaku usaha yang kompeten dengan produk-produk yang bagus. Itu yang membuat masyarakat tertarik datang,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang ekonomi yang produktif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Afdhal juga memaparkan kondisi ekonomi masyarakat Kota Banda Aceh yang sebagian besar ditopang oleh sektor UMKM.

Hingga Desember 2025, tercatat sekitar 47.640 pelaku UMKM aktif di Banda Aceh yang menjadi tulang punggung pergerakan ekonomi kota.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama dalam hal akses pasar dan peningkatan kualitas produk.

“Kita punya sekitar 47 ribu UMKM di Banda Aceh. Tantangan utama mereka sebenarnya bukan hanya soal pelatihan, tetapi juga akses pasar. Banyak program pelatihan yang diberikan, tetapi sering kali lupa menjamin akses pasar bagi mereka,” ungkapnya.

Meski demikian, keberadaan UMKM terbukti mampu membantu menekan angka kemiskinan di kota tersebut.

“Alhamdulillah, sektor UMKM juga berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Banda Aceh dari 6,95 persen menjadi 5,45 persen. Artinya ada sekitar 4.000 jiwa yang berhasil keluar dari garis kemiskinan,” katanya.

Untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menyiapkan berbagai program peningkatan sumber daya manusia melalui Banda Aceh Academy.

Melalui program ini, pelaku UMKM akan mendapatkan berbagai pelatihan yang dirancang untuk membantu mereka meningkatkan kualitas usaha.

“Kita akan melakukan pendekatan peningkatan SDM bagi kawan-kawan UMKM melalui Banda Aceh Academy. Di sana mereka akan belajar bagaimana melakukan upgrading usaha, memahami literasi keuangan, hingga mengelola operasional bisnis dengan lebih profesional,” ujar Afdhal.

Afdhal turut menyampaikan apresiasi kepada pihak perbankan yang selama ini aktif mendukung berbagai program ekonomi Pemerintah Kota Banda Aceh, termasuk dalam penyelenggaraan Ramadhan Fest.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Bank Syariah Indonesia di Banda Aceh yang dinilai telah memberikan dukungan besar terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BSI yang selama ini banyak membantu Pemerintah Kota Banda Aceh. Dukungan yang diberikan sangat nyata, termasuk dalam kegiatan seperti Ramadhan Fest ini,” katanya.

Afdhal berharap sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Kita berharap semua pihak selalu diberi kesehatan sehingga bisa terus berkontribusi positif bagi pembangunan ekonomi masyarakat Kota Banda Aceh,” pungkasnya.[nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI