Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / PMI Banda Aceh Ajak Warga Kembali Aktif Donor Darah Pascalebaran

PMI Banda Aceh Ajak Warga Kembali Aktif Donor Darah Pascalebaran

Jum`at, 10 April 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri mengajak warga kembali aktif donor darah pascalebaran. [Foto: Humas PMI BNA]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh mengalami penurunan usai Lebaran seiring berkurangnya jumlah pendonor. Meski demikian, PMI memastikan layanan tetap berjalan dan mengajak masyarakat untuk kembali aktif mendonorkan darah guna memenuhi kebutuhan pasien yang terus meningkat.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengatakan penurunan stok darah terjadi karena sebagian masyarakat masih dalam masa mudik dan belum sepenuhnya kembali beraktivitas normal setelah Idulfitri.

“Ya, kondisi stok darah di PMI Banda Aceh pascalebaran memang sedikit menurun. Kemungkinan karena masyarakat belum sepenuhnya kembali dari mudik, sehingga jumlah pendonor yang datang ke PMI maupun melalui mobil unit keliling juga berkurang,” kata Haeqal yang dilansir pada Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, kegiatan donor darah di sejumlah instansi dan sekolah juga belum berjalan optimal dalam beberapa waktu terakhir. Padahal, kalangan pelajar menjadi salah satu sumber pendonor pemula yang potensial untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah.

PMI Kota Banda Aceh saat ini telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan donor darah di sekolah-sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar dapat kembali dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Biasanya kita juga sudah mulai masuk ke pendonor pemula dari sekolah. Mudah-mudahan minggu depan kegiatan donor di sekolah-sekolah bisa kembali berjalan,” ujarnya.

Di sisi lain, kebutuhan darah justru mengalami peningkatan seiring kembali normalnya layanan rumah sakit pascalebaran. Permintaan darah meningkat, termasuk untuk pasien thalasemia yang kembali menjalani transfusi rutin setelah sempat tertunda selama masa libur, serta pasien dengan kondisi medis darurat lainnya.

Haeqal menyebutkan, pada 7 April 2026 permintaan darah mencapai 417 kantong, sementara darah yang tersedia pada hari tersebut sebanyak 128 kantong. Data ini menunjukkan pentingnya dukungan masyarakat untuk menjaga ketersediaan stok darah secara berkelanjutan.

Meski stok menurun, PMI memastikan persediaan darah tidak dalam kondisi kosong. Setiap hari, PMI tetap menerima tambahan dari pendonor dengan rata-rata 50 hingga 100 kantong darah, yang langsung didistribusikan ke rumah sakit sesuai kebutuhan pasien.

“Kalau kosong total tidak. Setiap hari insya Allah minimal kita dapat 50 sampai 100 kantong darah, dan berapa pun yang kita dapat pasti langsung kita distribusikan ke rumah sakit sesuai kebutuhan,” jelasnya.

PMI Kota Banda Aceh kembali mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama bagi pasien yang sangat bergantung pada transfusi darah secara berkala.

“Mari kita donor darah. Dengan donor darah, akan muncul harapan bagi orang-orang yang membutuhkan,” pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI