Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Plt Gubernur: Syariah Harus Jadi Kebanggaan Anak Muda

Plt Gubernur: Syariah Harus Jadi Kebanggaan Anak Muda

Jum`at, 06 Desember 2019 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT menerima kunjungan silaturrahmi dengan jajaran Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Nahdlatul Ulama (NU) Aceh di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (6/12/2019). [Foto: Humas Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengajak semua pihak terlibat aktif mengampanyekan syariat Islam, khususnya untuk menyasar kalangan muda agar mereka bangga mengakui identitas syariat Islam.

Hal itu dikatakan Nova Iriansyah saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Nahdhatul Ulama (NU) Aceh di Rumah Dinas Wakil Gubernur di kawasan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat (6/12/2019). 

"Syariah harus jadi kebanggaan anak muda. Harus kita populerkan secara modern. Jangan seolah-olah syariah itu hanya untuk orang tua, jangan seolah-olah itu ketinggalan zaman," ujar Nova di hadapan para ulama yang hadir.

Kegiatan silaturahmi Plt Gubernur bersama MPU dan NU itu dikemas dengan sarapan pagi sambil membahas sejumlah program terkini yang dilakukan kedua lembaga tersebut. 

Seperti MPU yang akan menyerahkan sertifikat halal bagi sejumlah pengusaha yang telah melewati pengujian terhadap produk mereka, baik pengusaha kuliner, hingga jasa pencucian pakaian laundry. Kegiatan tersebut dijadwalkan pada pertengahan Desember. 

Sementara NU juga memiliki agenda Konferensi Wilayah ke 14 untuk pemilihan pengurus baru pada bulan Mei 2020. Selain itu, tahun depan Aceh juga disebut bakal menjadi tuan rumah Multaqa Internasional, namun pihak MUI pusat belum memastikan waktu pelaksanaannya. Agenda lainnya, tahun 2020 MUI pusat juga ingin membentuk Dewan Pengawas Syariah di Aceh. 

Silaturahmi ini dihadiri para pemimpin MPU dan NU, seperti Lem Faisal, Waled Nu, Waled Marhaban Bakongan, Hasbi Albayuni, Faisal Ali Abdurrahman Ahmad, dan sejumlah anggota lainnya. 

Sementara itu juga hadir Kepala Dinas Syariat Islam, Alidar, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Karo Isra) Setda Aceh, Zahrol Fajri. (h)


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda