Beranda / Berita / Aceh / Penilaian Kritis Peneliti ADI: TKN Prabowo Gibran di Aceh Masih Lemah Kerja Politik Pemenangan

Penilaian Kritis Peneliti ADI: TKN Prabowo Gibran di Aceh Masih Lemah Kerja Politik Pemenangan

Jum`at, 19 Januari 2024 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Biyu

Peneliti Analisa Demokrasi Indonesia (ADI), Zulfikar Mirza. Foto: for Dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemilihan presiden wakil presiden Indonesia dalam hitungan hari menuju 14 Febuari 2024. Tentunya faktor penentu kerja politik tim pemenangan menjadi penting memastikan kemenangan para kandidat presiden/wakil presiden.

Salah satunya mencermati peran Tim Kampanye Nasional Prabowo Gibran di Aceh memastikan masyarakat Aceh memberikan suara saat memeriahkan pesta demokrasi pada hari penentu nantinya, yakni 14 Febuari 2024 untuk Prabowo Gibran. Hal ini menarik di sorot Peneliti Analisa Demokrasi Indonesia (ADI), Zulfikar Mirza secara kritis kerja tim Prabowo Gibran di Aceh.

Ia mengungkapkan sejumlah tantangan strategis yang dihadapi oleh Tim Prabowo-Gibran di Aceh. Meskipun Aceh memiliki peran penting dalam dinamika politik nasional, tim tersebut tampak menghadapi kesulitan dalam membangun basis dukungan yang solid di daerah diseluruh Aceh.

Penyebabnya dari pencermatan Zulfikar karena masing – masing tidak membangun kordinasi dan kolaborasi dalam memenangkan Prabowo Gibran di Aceh. Bahkan lemahnya kinerja tim dapat dilihat dari ketidakmampuannya beradaptasi dengan dinamika politik lokal.

"Aceh memiliki ciri khas politik tersendiri, dan sepertinya tim Prabowo-Gibran belum berhasil menyesuaikan strategi mereka dengan baik terhadap keinginan dan kebutuhan masyarakat Aceh," ungkap Zulfikar Mirza.

Faktor lain yang menjadi kendala adalah ketidaksesuaian strategi tim dengan isu-isu lokal yang dianggap penting oleh masyarakat Aceh. Zulfikar Mirza menekankan pentingnya kepekaan terhadap isu-isu tersebut, terutama dalam menghadapi Pilpres.

"Untuk meraih dukungan, tim perlu lebih memahami dan merespons secara taktis terhadap permasalahan lokal yang menjadi fokus utama warga Aceh," tambahnya.

Dalam pandangan Zulfikar Mirza dari ADI, ketidakmampuan tim Prabowo-Gibran untuk menggarap basis dukungan di Aceh dapat menjadi hambatan serius jika tidak segera diatasi, jika mereka tidak action nyata bekerja di Aceh. 

"Kelemahan ini berpotensi berdampak signifikan pada perolehan suara secara keseluruhan dalam Pilpres, bahkan jangan sampai hanya pencitran seolah olah bekerja namun itu hanya gimmick semata agar terlihat kerja di mata Tim TKN Pusat" katanya.

Sebagai saran konstruktif, Zulfikar Mirza menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap strategi kampanye tim di Aceh mendekati bulan Febuari mumpung masih ada waktu mengubah peta politik agar menang Prabowo Gibran di Aceh.

"Adaptasi yang cepat terhadap dinamika politik lokal dan respons yang tepat terhadap isu-isu penting adalah kunci utama untuk meraih dukungan yang kuat di daerah ini," tutup Zulfikar Mirza.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda