Beranda / Berita / Aceh / KontraS Minta Penyidik Serius Ungkap Penyebab Kematian Warga Aceh Utara Usai Ditangkap Polisi

KontraS Minta Penyidik Serius Ungkap Penyebab Kematian Warga Aceh Utara Usai Ditangkap Polisi

Selasa, 07 Mei 2024 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora

Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, Azharul Husna. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, Azharul Husna meminta penyidik mengambil sikap serius dengan melakukan penyelidikan terhadap kasus kematianwarga Aceh Utara Saiful Abdullah, yang diduga dianiaya oleh oknum polisi. 

“Pihak berwajib juga mesti memastikan bahwa selama proses penyelidikan ini berlangsung yang tentu saja juga akan melibatkan pihak keluarga korban sebagai saksi, untuk itu penting adanya jaminan keamanan keluarga korban,” kata Azharul Husna kepada Dialeksis.com, Selasa (7/5/2024). 

Ia menambahkan, penyidik juga harus menjauhkan keluarga korban dari segala potensi intimidasi dan atau intervensi dengan tekanan dari semua pihak yang berkepentingan. Keamanan keluarga korban harus jadi konsentrasi penuh pihak kepolisian. 

Selanjutnya, kata dia, penyelidikan ini jangan bersifat sebelah mata. Artinya harus serius. Kalau itu terjadi, akan ada kesan bahwa pihak berwajib cenderung membela korpnya. Tak boleh ada semangat keakraban atau yang kenal kita sebagai jiwa korsa di sini. Penyelidikan ini harus bersih! Titik. 

“Jangan sampai kembali terjadi preseden buruk dalam penanganan kasus yang melibatkan sesama "anggota" sebagai pelaku,” ungkapnya. 

KontraS menekankan bahwa penegakan hukum di sini bukan lagi perkara perbuatan apa yang dilakukan korban, tetapi apakah dalam hal ini telah terjadi tindakan extra judicial killing atau tidak. 

“World Organisation Against Torture menyatakan kematian akibat penyiksaan atau perlakuan sewenang-wenang lainnya dalam penahanan juga dapat termasuk dalam kategori ini. Ini perlu dicatat baik-baik,” pungkasnya. 

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda