Beranda / Berita / Aceh / Pasca Banjir Langsa, BPBD Tangani Longsor dan Abrasi Sungai

Pasca Banjir Langsa, BPBD Tangani Longsor dan Abrasi Sungai

Kamis, 07 Januari 2021 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Sherly Maidelina
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Langsa dan PUPR pantau lokasi longsor. [Foto: Sherly Maidelina/Dialeksis]

DIALEKSIS.COM | Langsa - Dampak Banjir Langsa yang menggenangi 17 gampong di 4 Kecamatan pada 2 dan 3 Januari 2021 lalu tak hanya merusak sejumlah perabotan rumah tangga warga akibat terendam air, juga mengakibatkan 8 titik longsor yang sebagian masih belum bisa tertangani seperti Jalan amblas dan Abrasi sungai yang mengancam keselamatan jiwa. 

Plt Kalak BPBD Kota Langsa, Rizha Pati, SE kepada Dialeksis.com mengatakan sebagian longsor yang belum tertangani yaitu amblas jalan dan pembangunan talud sungai karena membutuhkan waktu dan anggaran yang juga besar. 

"Apa yang bisa ditangani BPBD segera kita lakukan seperti membuat dapur umum bagi korban banjir, membersihkan jalan yang tertutup oleh pohon tumbang,juga longsor di 8 titik, saat ini yang belum selesai yaitu perbaikan jalan dan pembangunan talud sungai yang juga beresiko mengancam keselamatan warga," terangnya kepada Dialeksis.com, Kamis (7/1/2021).

Menurut Rizha, dalam menanggulangi Bencana, pihaknya terus bekerjasama dengan pihak terkait seperti TNI Polri, Dinas Sosial , Dinas PUPR Kota Langsa serta dinas terkait lainnya dan juga Masyarakat setempat.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Langsa, Zainal Abidin, SH juga menyampaikan bahwa hari ini (7/1/2021) pihaknya bersama pihak dinas PUPR juga telah memantau kondisi terkini Sungai Langsa yang mengalami longsor sehingga mengakibatkan abrasi agar segera bisa tertangani.

"Hari ini kita baru pantau kondisi longsor untuk segera ditangani karena longsornya cukup parah dan beresiko keselamatan rumah rumah disekitarnya, apalagi ini masih musim hujan jadi warga juga kita harap waspada," ucapnya.

Lebih lanjut , Zainal juga turut menghimbau agar warga Kota Langsa dapat mengambil pelajaran dari bencana banjir yang terjadi dengan tidak lagi membuang sampah ke sungai dan disembarang tempat serta tidak menjadikan musibah sebagai tontonan yang malah menghambat proses evakuasi pihaknya.

"Biasanya tiap ada bencana sering dijadikan tontonan beramai-ramai yang malah membuat kesulitan untuk kita evakuasi apalagi di lokasi yang medan jalannya sempit, sehingga dukungan masyarakat sangat kita butuhkan," tutup Zainal. (Sherly Maidelina)

Keyword:


Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda