Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Mahasiswa Ilkom UTU Jalani Magang XI di Industri Semen hingga Otoritas Bandara

Mahasiswa Ilkom UTU Jalani Magang XI di Industri Semen hingga Otoritas Bandara

Sabtu, 07 Februari 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Mahasiswa Ilkom UTU Jalani Magang XI di Industri Semen hingga Otoritas Bandara. [Foto: dok. UTU]


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) kembali mempertegas posisinya sebagai pencetak SDM unggul di wilayah Barat Selatan Aceh. Tahun 2026 ini, sebanyak 18 mahasiswa Angkatan XI resmi diterjunkan untuk menjalani magang intensif selama satu semester di berbagai instansi pemerintahan dan korporasi strategis yang tersebar di Provinsi Aceh hingga Sumatera Barat. 

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU, Fiandy Mauliansyah, MA, didampingi Sekretaris Prodi, Al Zuhri, S.Sos.I., M.Lit, menegaskan bahwa penempatan di sektor seperti Bandara Cut Nyak Dhien dan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) merupakan langkah strategis prodi.

Langkah besar dilakukan dengan menempatkan mahasiswa di lokasi dengan standar kerja tinggi, mulai dari RRI Padang, PT Solusi Bangun Andalas di Aceh Besar, hingga Bandara Cut Nyak Dhien di Nagan Raya. 

Di Aceh Barat sendiri, mahasiswa memperkuat lini komunikasi di Setdakab (Protokol & Humas), Diskominfo, dan Dinas Perhubungan. 

Magang mahasiswa ini didampingi oleh 5 Dosen Pendamping Lapangan (DPL), yakni Fiandy Mauliansyah (Ka. Prodi), Al Zuhri (Sekpro). Said Fadhlain, Aulia Risky, Ashabul Yamin Asgha. Pendampingan intensif ini merupakan strategi utama prodi guna memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga sekaligus menjadi modal kuat dalam kunjungan visitasi Akreditasi Unggul mendatang. 

"Kami ingin memastikan mahasiswa mampu mengelola komunikasi strategis di level nasional maupun global demi menjemput predikat Akreditasi Unggul," tegas Fiandy, Sabtu (7/2/2026).

Selanjutnya, DPL Said Fadhlain, S.IP., M.A., menjelaskan secara rinci lini masa kegiatan ini. "Pelaksanaan magang Angkatan XI ini berlangsung selama satu semester penuh, terhitung mulai dari serah terima resmi pada pertengahan Januari 2026, direncanakan berakhir Juli 2026 mendatang. Durasi 4 hingga 6 bulan ini sangat krusial agar mahasiswa tidak hanya sekadar praktik, tapi benar-benar terlibat dalam proyek komunikasi di instansi mitra," jelas Said. 

Proses serah terima sendiri telah sukses dilakukan pada 5 dan 6 Februari 2026 kepada pimpinan instansi mitra, diantaranya disambut oleh Dedi Mulianda, S.IP., M.Si (Plt. Kadis Kominsa/Kabid Protokol Setdakab Aceh Barat) dan T. Haris Fadillah, S.I.Kom. (Kepsta LPP RRI Meulaboh).

"Ini adalah komitmen kami untuk memastikan mahasiswa langsung berinteraksi dengan para pengambil kebijakan di sektor komunikasi publik dan penyiaran," jelas Said.

Inovasi magang tahun ini tidak hanya fokus pada kehadiran fisik, melainkan pada output berbasis riset. Said menambahkan bahwa kerja sama dengan institusi seperti RRI Meulaboh merupakan kelanjutan dari "Rumah Peradaban" yang telah dibina sejak pasca-Tsunami 2004. 

"Kolaborasi ini terbukti produktif. Selain keterampilan broadcasting dan Government PR, mahasiswa kami rutin menghasilkan luaran ilmiah berupa skripsi dan jurnal terakreditasi dari hasil praktik lapangan mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa kurikulum kami sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja global dan industri," pungkas Said Fadhlain. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI