Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Korban yang Kehilangan Rumah Di Aceh Tengah Dibantu Bertahap

Korban yang Kehilangan Rumah Di Aceh Tengah Dibantu Bertahap

Jum`at, 16 Januari 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan Brigjen Ismed dari BNPB Pusat, melakukan peninjauan Huntara di Linge, Aceh Tengah. (Foto/For Dialeksis)

DIALEKSIS.COM| Takengon- Walau Aceh Tengah masih memberlakukan tanggap darurat, karena masih ada 24 perkampungan yang masih terisolasi, namun langkah menyiapkan rumah hunian sementara (Huntara) negeri penghasil kopi ini sudah selangkah di depan.

Untuk tahap awal, Aceh Tengah akan membangun 781 Huntara di dua Kecamatan, Linge dan Ketol. Selain itu ada 165 KK yang masuk dalam daftar penerima dana tunggu hunian dan 1.440 KK yang rumahnya terkena musibah akan mendapatkan dana stimultan.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, dalam keteranganya kepada Dialeksis.com, Jumat (16/1/2025) menyebutkan Huntara di Aceh Tengah menjadi percontohan di Aceh, data tentang korban kerusakan rumah akibat bencana, Aceh Tengah juga sangat valid. By name disertai data pendukung.

“Untuk tahap awal ada 781 Huntara di Aceh Tengah yang dipusatkan di dua Kecamatan, Kecamatan Linge dan Kecamatan Ketol, sementara itu ada juga 165 KK yang tidak menempati Huntara, namun diberikan dana sewa rumah tunggu selama tiga bulan,” sebut Haili.

Sementara itu Kalaks BPBD Aceh Tengah Andalika, menjawab Dialeksis.com secera terpisah menyebutkan bantuan untuk korban bencana yang rumahnya diterjang banjir bandang akan dilakukan secara bertahap.

Untuk hunian sementara 6 desa di Kecamatan Linge, Desa Kuteni Reje 97 Huntara, Delung Sekinel 101, Jamat 72, Reje Payung 91, Penarun Simpang Simpil 71 dan Umang 97.

Kecamatan Ketol untuk 3 desa, Desa Serempah dipusatkan di lapangan Ketol ada 128 KK, Bintang Pepara dipusatkan di Lapangan Bola Jalan Tengah, untuk 89 KK dan Kampung Burlah di Kala Ketol dengan jumlah Huntara mencapai 35.

“Data penerima bantuan ini lengkap dan detil,”sebut Iwan Januari Plt Kadis Perkim Aceh Tengah ketika diminta penjelasanya.

“Saudara kita yang tertimpa musibah mendapatkan Huntara, rumah mereka mengalami rusak berat atau hilang. Lahan untuk Huntara juga tersedia. Sementara rumah mereka yang rusak berat atau hilang, namun lahan untuk hunian tidak tersedia, mereka akan diberikan DTH (Dana Tunggu Hunian) selama tiga bulan,” jelas Iwan Januari.

Dana DTH itu setiap bulanya Rp 600 ribu, otomatis untuk tiga bulan Rp 1,8 juta yang disalurkan langsung ke rekening korban. Jumlah penerimanya tahap awal mencapai 165 orang.

Pemerintah Aceh Tengah juga, sebutnya, untuk tahap awal sudah mengusulkan dana stimultan untuk 1.440 rumah yang rusak akibat bencana. Nama para korban lengkap dan detil, sehingga bisa dilihat oleh siapapun demi pembuktian.

Nama nama penerima bantuan ini, sebut Iwan Januari nantinya akan ditempelkan di kampung-kampung, sehingga tidak ada yang terlewatkan atau kesalahan data. Bahkan pihak Perkim sudah uji petik tentang data ini, sebut Iwan Januari.

Pihaknya juga sedang menyiapkan untuk Huntara dan penerima DTH, serta bantuan stimultan untuk tahap kedua.

“Alhamdulilah Aceh Tengah menjadi percontohan untuk Huntara dan data kita lengkap, detil tentang korban kerusakan rumah akibat bencana ini,”jelas Iwan Januari.

Untuk tahap pertama, sebagian masyarakat yang kehilangan rumah, atau rusak berat sudah membuat hunian sementara untuk dijadikan tempat berteduh. Mereka memanfaatkan kayu kayu amukan banjir bandang untuk dijadikan rumah hunian sementara.

Pemerintah pusat, selain membantu Hantura, saat rehap rekon nanti akan membantu pembangunan rumah tetap untuk para korban. Bantuan itu sesuai dengan klasifikasi kerusakan, rumah hilang, rusak berat dan ringan.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI