Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Ketua DPRK Aceh Tengah Kerahkan Alat Berat Cari Korban

Ketua DPRK Aceh Tengah Kerahkan Alat Berat Cari Korban

Kamis, 01 Januari 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
alat berat sedang bekerja mencari jasad Irfan yang tertimbun longsor, hingga hari ke 38 musibah belum ditemukan. (Foto/ Baga)

DIALEKSIS.COM| Takengon- Sudah 36 hari musibah banjir dan longsor melanda Aceh Tengah, sampai saat ini jasad Razullun Irfan, 23, anak Imam Dusun Ayangan, Kampung Jongok Meuluem, Kebayakan, Aceh Tengah, belum ditemukan.

Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie, secara swadaya menurunkan alat berat beko, untuk mengali tanah guna menemukan jasad korban. Penggalian dengan alat berat ini berlangsung, Kamis (1/1/2025).

Terlihat lokasi musibah yang tanahnya turun dari gunung diperkirakan mencapai ratusan kubik, dibanjiri manusia untuk menyaksikan dari dekat proses penggalian.

“Kita sama sama terkena dampak musibah. Sebagai manusia kami terpanggil untuk membantu menemukan jasad Irfan yang sudah cukup lama belum ditemukan, semoga dimudahkan Allah, jasadnya bisa ditemukan,”sebut Fitriana Mugie, ketua DPRK Aceh Tengah.

Disela sela beko yang sedang bekerja dan banyaknya yang mengharapkan jasad korban berhasil di temukan, Fitriana Mugie, menjawab Dialeksis.com menjelaskan, pihaknya akan melakukan pencarian sampai jasad almarhum ditemukan.

Saksi Mata

Salah seorang korban amukan banjir yang merupakan tetangga Irfan, dia terakhir kali melihat Irfan sudah keluar dari rumahnya ketika tanah bercampur air dan batu dari gunung di atasnya sedang turun dengan cepat.

“Fan cepat lari Fan, lari, bahaya. Cepat……..,”sebut Samsul Kamal, tetangga Irfan yang terakhir kali melihat korban mengenakan jas hujan warna hijau.

Samsul Kamal balik belakang berlari dari amukan banjir bandang ini, sambil menuntun istrinya. Sekitar 20 meter dia berlari, tiba tiba lumpur menyapu kakinya. Nyaris dia terjungkal yang memafah istrinya.

Namun Samsul Kamal berhasil menyelamatkan diri, sementara rumahnya dan rumah korban Irfan tertimbun tanah yang kedalamanya mencapai 3 meter.

Sebelum berpisah dengan Irfan, pengakuan Samsul Kamal, menjawab Dialeksis.com, dia sempat mengingatkan Irfan untuk cepat lari, karena Irfan kembali ke rumahnya mengambil tas. Namun kemudian dalam hitungan detik, pohon pinus di atas rumah yang jaraknya sekitar 200 meter berderak patah.

Saat itulah dia berteriak meminta Irfan untuk berlari, Irfan sudah keluar dari rumahnya, saat Samsul Kamal membalikan badan untuk berlari sembari menyelamatkan istrinya.

“Saat itu sekitar jam 10 siang, suasana hujan. Dan itu merupakan longsoran yang kedua, kami sempat terakhir bertemu. Semoga dengan pencarian alat berat ini, jasad Irfan berhasil ditemukan,” sebut Samsul, sambil mengeluarkan nafas yang dalam, memperhatikan beko, tidak lagi memperhatikan Dialeksis.com.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI