Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Illiza: Kolaborasi Antarwilayah Kunci Dorong Hilirisasi Potensi Aceh

Illiza: Kolaborasi Antarwilayah Kunci Dorong Hilirisasi Potensi Aceh

Minggu, 08 Februari 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Keluarga Negeri Antara (KNA) periode 2025-2030 di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (7/2/2026) malam.[Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Jantho - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa kemajuan Aceh hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas wilayah dan lintas sektor. Hal itu disampaikannya usai menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Keluarga Negeri Antara (KNA) periode 2025-2030 di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (7/2/2026) malam.

Menurut Illiza, setiap daerah di Aceh memiliki potensi besar, namun tidak akan berdampak optimal jika dikelola secara parsial dan masih dibayangi ego wilayah. Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kalau masih ego wilayah, Aceh akan sulit maju. Justru dengan kolaborasi, kekurangan satu daerah bisa ditutupi oleh kelebihan daerah lain,” kata Illiza kepada Dialeksis.

Ia mencontohkan potensi komoditas unggulan Aceh, khususnya kopi Gayo yang telah dikenal hingga pasar internasional. Selain itu, Aceh juga memiliki nilam berkualitas tinggi yang selama ini menjadi bahan baku parfum kelas dunia, namun nilai tambahnya masih belum sepenuhnya dinikmati masyarakat di daerah penghasil.

Illiza mengungkapkan, Pemerintah Kota Banda Aceh saat ini tengah mendorong pengembangan industri parfum sebagai bagian dari strategi hilirisasi komoditas unggulan Aceh. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat ekosistem industri, mulai dari riset, UMKM, hingga jejaring pemasaran.

“Kita ingin ke depan tidak hanya menjual bahan mentah. Banda Aceh sedang kita dorong menjadi kota parfum dunia, agar nilai tambahnya tinggal di Aceh dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh juga membuka peluang kerja sama internasional, termasuk rencana menjalin hubungan sister city dengan Kota Grasse di Prancis yang dikenal sebagai pusat industri parfum dunia.

Illiza menilai organisasi seperti KNA memiliki peran strategis sebagai simpul kolaborasi antarwilayah, khususnya antara Banda Aceh dan kawasan Gayo. Ia berharap KNA dapat berkontribusi nyata dalam memperkuat jejaring ekonomi, budaya, dan sumber daya manusia di Aceh.

“KNA ini bukan sekadar organisasi paguyuban, tapi bisa menjadi penggerak kolaborasi lintas daerah, lintas profesi, dan lintas generasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Illiza juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Gayo, termasuk ketertarikannya pada budaya dan motif Gayo yang dinilainya memiliki nilai seni tinggi serta potensi besar untuk dikembangkan dalam industri kreatif.

Pelantikan pengurus KNA periode 2025 - 2030 tersebut dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, Bupati Aceh Besar Syekh Muharram Idris, serta perwakilan Bupati Bener Meriah. Hadir pula tokoh akademisi dan masyarakat, di antaranya Prof. Dr. Alyasa’ Abubakar, MA, Prof. Dr. Ir. Abdi Abdul Wahab, MSc, Ir. Ruslan Abdul Gani, dan Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI