Sabtu, 12 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Gunung Bur Ni Telong Masih Level II Waspada, Belum Ada Laporan Erupsi

Gunung Bur Ni Telong Masih Level II Waspada, Belum Ada Laporan Erupsi

Sabtu, 12 September 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih berstatus Level II atau Waspada. [Foto: dok PVMBG-K-ESDM/Diskominfo BM]


DIALEKSIS.COM | Redelong - Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih berstatus Level II atau Waspada. Hingga periode pengamatan 7-8 September 2026, belum terdapat laporan erupsi dari gunung api tersebut.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong, PVMBG, kondisi visual gunung terpantau jelas hingga berkabut. Sementara itu, asap kawah tidak teramati.

Aktivitas kegempaan tercatat berupa empat kali gempa Vulkanik Dalam pada 7 September dan tiga kali pada 8 September. Selain itu, pada 8 September tercatat lima kali gempa Tektonik Jauh.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah sekaligus Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah, Ilham Abdi, mengimbau masyarakat tetap tenang menyusul erupsi sejumlah gunung api di Indonesia.

“Sehubungan dengan adanya erupsi sejumlah gunung api di Indonesia, kami mengimbau masyarakat Bener Meriah untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Ilham Abdi, Sabtu (12/9/2026).

Ia mengatakan, pemantauan terhadap Gunung Bur Ni Telong terus dilakukan oleh Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD Bener Meriah.

BPBD juga mengingatkan masyarakat dan pendaki untuk tidak mendekati kawah dalam radius 2 kilometer. Warga juga diminta menghindari kawasan fumarola dan solfatara, terutama ketika cuaca mendung atau hujan.

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan. BPBD Bener Meriah bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Bur Ni Telong dan menyampaikan informasi berdasarkan hasil pemantauan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI