Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Dishub Aceh Evaluasi Perihal Penumpukan Penumpang di Simeulue

Dishub Aceh Evaluasi Perihal Penumpukan Penumpang di Simeulue

Selasa, 31 Maret 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Arus balik Lebaran Idulfitri 2026 di wilayah kepulauan Aceh diwarnai dengan penumpukan penumpang di Pelabuhan Simeulue. Kondisi tersebut terutama terjadi pada masyarakat yang hendak kembali ke daratan Aceh setelah menikmati masa libur Lebaran di Kabupaten Simeulue.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menjelaskan bahwa penumpukan penumpang yang terjadi di pelabuhan tersebut disebabkan oleh tingginya konsentrasi masyarakat yang memilih tujuan penyeberangan ke Pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya.

Menurut Faisal, sebenarnya terdapat beberapa alternatif lintasan penyeberangan dari Simeulue menuju daratan Aceh. Selain ke Calang, masyarakat juga dapat menggunakan layanan kapal menuju Pelabuhan Singkil di Aceh Singkil maupun Pelabuhan Labuhan Haji di Aceh Selatan.

“Sebenarnya ada kapal yang juga melayani rute ke Singkil dan Labuhan Haji. Namun, sebagian besar penumpang memilih berangkat ke Calang, sehingga terjadi penumpukan ke satu tujuan,” ujar Faisal dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada lintasan lain seperti ke Labuhan Haji dan Singkil, kapasitas angkutan sebenarnya masih tersedia. Bahkan, terdapat kapal yang belum terisi penuh karena jumlah penumpang yang memilih lintasan tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan rute menuju Calang.

“Di lintasan lain kapasitasnya masih ada. Bahkan ada kapal yang belum terisi penuh. Namun masyarakat lebih banyak memilih tujuan Calang,” katanya.

Selain faktor pilihan rute, Faisal juga menilai penumpukan tersebut dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat yang memilih kembali pada hari-hari terakhir masa libur Lebaran. Hal ini menyebabkan lonjakan penumpang dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak memaksakan berangkat pada hari terakhir liburan, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan antrean dan kepadatan di pelabuhan,” jelasnya.

Meski demikian, Faisal menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Perhubungan Aceh bersama operator kapal penyeberangan, yakni PT ASDP Indonesia Ferry, agar pengelolaan arus penumpang pada periode libur panjang ke depan dapat lebih optimal.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan operator kapal akan terus diperkuat, termasuk dalam mengatur distribusi penumpang agar tidak hanya terfokus pada satu lintasan tertentu.

“Kondisi ini menjadi pelajaran bersama agar tidak terjadi penumpukan pada hari terakhir liburan. Masih ada lintasan lain yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Faisal.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari wilayah kepulauan menuju daratan Aceh agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik serta mempertimbangkan berbagai alternatif rute penyeberangan yang tersedia. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI