Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Cara Illiza Jaga Marwah dan Bahagiakan Warga di HUT Banda Aceh ke-821

Cara Illiza Jaga Marwah dan Bahagiakan Warga di HUT Banda Aceh ke-821

Minggu, 26 April 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh di Lapangan Jasdam Neusu, Rabu (22/4/2026). Foto: Diskominfo Banda Aceh


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Suasana pagi di Lapangan Jasdam Neusu, Rabu (22/4/2026), terasa berbeda. Langit cerah menaungi barisan peserta upacara yang berdiri rapi, sementara semangat kebersamaan mengalir dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh.

Di usia yang tidak lagi muda, Banda Aceh merayakan hari jadinya dengan tema “Banda Aceh Kota Kolaborasi” sebuah pesan kuat tentang pentingnya sinergi dalam membangun kota.

Di tengah suasana khidmat itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, tampil bukan sekadar sebagai pemimpin upacara. Ia hadir membawa pesan yang lebih dalam: menjaga marwah dan martabat kota, sekaligus memastikan warganya merasakan kebahagiaan di hari istimewa tersebut.

Upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Mulai dari penghormatan kepada sejarah panjang Banda Aceh hingga penegasan identitas kota sebagai pusat peradaban Islam di Aceh, semuanya tergambar dalam rangkaian kegiatan.

Dalam amanatnya, Illiza menekankan bahwa Banda Aceh bukan hanya sekadar wilayah administratif, melainkan rumah bersama yang harus dijaga dengan nilai, adab, dan kebersamaan.

Pesan itu tidak hanya tersampaikan lewat kata-kata, tetapi juga melalui sikap dan suasana acara yang sarat nuansa religius, tertib, dan penuh penghormatan terhadap tradisi.

Bagi Dialeksis yang memantau langsung jalannya acara, terlihat jelas bahwa pendekatan ini menjadi cara Illiza menjaga marwah Banda Aceh menempatkan identitas kota tetap terhormat di tengah perkembangan zaman.

Namun, perayaan HUT ke-821 tidak berhenti pada seremoni. Di balik kesakralan upacara, ada upaya nyata untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.

Sejak rangkaian pra-HUT hingga puncak acara, warga disuguhkan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan mereka. Mulai dari kegiatan sosial, ruang interaksi publik, hingga geliat ekonomi melalui pelibatan UMKM dalam berbagai agenda perayaan.

Pendekatan ini memperlihatkan gaya kepemimpinan Illiza yang tidak hanya simbolik, tetapi juga menyentuh aspek keseharian warga.

“Perayaan ini milik bersama,” menjadi semangat yang terasa di lapangan”di mana pemerintah hadir tidak berjarak, melainkan menyatu dengan masyarakat.

Tema “Kota Kolaborasi” bukan sekadar slogan. Dalam momentum HUT ini, Illiza kembali menegaskan bahwa pembangunan Banda Aceh ke depan tidak bisa dilakukan sendiri.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda menjadi kunci. Peringatan ini pun menjadi refleksi sekaligus ajakan terbuka agar semua pihak ikut ambil bagian dalam membangun kota.

Dari pantauan Dialeksis, perayaan HUT ke-821 Banda Aceh menghadirkan satu hal yang jarang terlihat dalam sebuah seremoni yaitu keseimbangan.

Di satu sisi, marwah dan martabat kota dijaga melalui upacara yang khidmat dan penuh makna. Di sisi lain, kebahagiaan warga tetap menjadi prioritas melalui kegiatan yang inklusif dan membumi.

Di tangan Illiza Sa’aduddin Djamal, perayaan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat identitas sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyatnya.

Banda Aceh di usia 821 tahun pun tidak hanya berdiri sebagai kota bersejarah, tetapi juga sebagai kota yang hidup dengan warga yang merasa memiliki dan menikmati setiap denyutnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI