Beranda / Berita / Aceh / Aceh Masuk 10 Besar Pengembangan Petani Milenial, Begini Respon PERHEPI Banda Aceh

Aceh Masuk 10 Besar Pengembangan Petani Milenial, Begini Respon PERHEPI Banda Aceh

Minggu, 21 Februari 2021 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Roni
Ketua PERHEPI Komda Banda Aceh, Dr T Saiful Bahri. [IST]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aceh masuk sepuluh provinsi di Tanah Air yang menjalankan program petani milenial dalam upaya mendukung program ketahanan pangan yang telah dicanangkan pemerintah.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar saat berkunjung ke Universitas Syiah Kuala, Selasa (16/2/2021) lalu.

Merespon pernyataan tersebut, Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Komisariat Daerah (Komda) Banda Aceh, Dr T Saiful Bahri mengatakan, pihaknya menyambut baik hasil capaian tersebut.

"Tentu PERHEPI, terutama Komda Banda Aceh yang pertama mendukung, kemudian bersinergi dengan petani-petani milenial itu dalam rangka menciptakan pertanian tangguh di masa depan," kata Saiful saat dihubungi Dialeksis.com, Minggu (21/2/2021).

"Tentu pemerintah juga nanti harus mensupport bagaimana memberi ruang untuk mereka agar dapat beraktivitas, apakah ruang kebijakan, misal kebijakan mempermudah usaha, memberi insentif usaha di bidang pertanian dan lain-lain, tambahnya.

Terlebih, lanjutnya, Aceh menjadi provinsi termiskin di Sumatera sebagaimana publikasi BPS beberapa waktu lalu. Artinya perlu usaha keras lagi agar perekonomian di Aceh dapat bangkit, salah satu melalui sektor pertanian.

"Hasil (pembangunan) yang kita peroleh memang sudah baik. Tapi orang lain (provinsi lain) kan bekerja lebih baik lagi. Apalagi Aceh punya dana Otsus yang luar biasa, kemudian juga ada dana desa," kata Saiful.

"Saya pikir masalah kemiskinan ini tidak bisa diselesaikan satu hari. Pemerintah harus punya roadmap dalam rangka mengurangi angka kemiskinan secara signifikan setiap tahunnya. Ini sebagai pelajaran kita bagaimana dana-dana yang ada itu dialokasikan sesuai kebutuhan, yang salah satunya kebutuhan mengurangi angka kemiskinan," pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda