Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / 25 Gampong di Aceh Tamiang Terendam Banjir

25 Gampong di Aceh Tamiang Terendam Banjir

Rabu, 13 November 2019 17:15 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Puluhan gampong di Aceh Tamiang terendam banjir luapan sungai akibat hujan deras yang terjadi sepekan ini.

Ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter, namun warga tetap memilih untuk tinggal di rumah masing-masing menyelamatkan harga benda.

"Sejak tanggal 3 November 2019 hingga hari ini hujan masih terjadi, sejumlah kampung terendam," kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri kepada Wartawan, Rabu (12/11/2019).

Syahri menyebutkan, empat gampong yang berada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, yakni Tanjung Genteng, Bukit Rata, Kebun Tengah, dan Alur Selebu di Kecamatan Kejuruan Muda.

Selanjutnya di Kecamata Ronggoh Tenggulun tiga gampong juga terendam banjir, yaitu Gampong Rongoh, Harum Sari, Rimba Sawang di Tamiang Hulu, dan Tenggulun Pucuk, Kampung Selamat, Simpang Kiri di Tenggulu. Untuk kecamatan  Bandar Pusaka, ada tiga kampung yakni Jambo Rambong, Babo dan Serba.

 Sedangkan di kecamatan Sekerak meliputi Kampung Juar dan Suka Makmur.

"Sisanya ada delapan kampung di kecamatan Karang Baru dan beberapa kampung yang berada di kecamatan Seruway dan Bendahara
Air sungai meluap ke rumah-rumah warga di daerah aliran sungai akibat tidak mampu menampung air hujan," tegasnya.

Ia mengatakan, hingga kini pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi banjir di sejumlah desa guna mendata dampak material akibat peristiwa yang terjadi di awal bulan November ini. 

"BPBD bersama Tim SAR langsung ke lokasi, melakukan evakuasi masyarakat dan mendirikan tenda pengusian bersama perangkat kampung setempat," jelasnya.

Sekretaris Satgas SAR Aceh Tamiang, Dedek mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga. 

"Kami utamakan lansia, bayi dan wanita untuk dievakuasi," kata Dedek.

Dedek mengatakan debit air juga naik di sejumlah kampung lainnya. Namun dia memastikan Kampung Sukajadi daerah paling parah. 

"Sukajadi paling parah, faktor air laut pasang juga menyebabkan air terus naik di Sukajadi," tukas Dedek

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang, Alijon mengatakan dalam menghadapi bencana banjir ini, telah menyalur bantuan tanggap darurat berupa bantuan pangan dan lainnya disejumlah kampung di Aceh Tamiang.

"Bantuan tanggap darurat disalurkan ke beberapa titik lokasi seperti Kampung Sukajadi Karang Baru, Tanjung Genteng, Suka Makmur dan beberapa kampung lainnya di kecamatan Seruway, Sekerak dan Bendahara," jelasnya. (mhv)


Editor :
Zulkarnaini

dalimi
utu lebaran
Komentar Anda
hendri budian