Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Usai Kantornya Diterjang Puting Beliung, Panwaslih Gayo Lues Harap Perhatian Pemerintah

Usai Kantornya Diterjang Puting Beliung, Panwaslih Gayo Lues Harap Perhatian Pemerintah

Senin, 11 November 2019 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +
Kantor Panwaslih Gayo Lues di Desa Raklunang, Blangkejeren, rusak diterpa angin puting beliung, Minggu (10/11/2019). [Foto: IST]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bencana memang tak kenal waktu dan korbannya. Pada saat Indonesia memperingati Hari Pahlawan, Minggu (10/11/2019) kemarin, Gayo Lues, Aceh, diterjang angin puting beliung. 

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), angin puting beliung yang terjadi sekitar 14.45 WIB itu menimpa tiga desa di Kecamatan Blangkejeren, yaitu Kampung Jawa, Penampakan Uken, dan Desa Raklunung. Setidaknya delapan rumah warga rusak.

Kerusakan juga dialami Kantor Panwaslih Gayo Lues yang terletak di Jalan Blangkejeren-Kutacane, Desa Raklunung. 

“Kanopi kantor kami roboh, sehingga sedikit mengganggu aktivitas,” kata Ketua Panwaslih Gayo Lues Sulaiman di Banda Aceh, kepada Dialeksis.com, Senin (11/11/19).

Dia mengatakan, akibat kejadian itu, Panwaslih Gayo Lues mengalami kerugian sekitar Rp5 juta. Karena itu ia berharap ada bantuan dari Panwaslih Provinsi Aceh. 

“Mungkin provinsi punya dana untuk renovasi kantor panwaslih di daerah,” ujarnya.

Karena saat ini, kata Sulaiman, Panwaslih Gayo Lues sedang merampungkan pelaporan dari pelaksanaan Pemilu Serentak pada April lalu.

Sulaiman menambahkan, Panwaslih Gayo Lues saat ini juga butuh dukungan sarana dan prasana sehingga lebih memaksimalkan kerja panwaslih.

“Terutama kita butuh SDM yang mumpuni. Untuk itu, kita juga mengharapkan dukungan atau perhatian lebih dari Pemkab Gayo Lues,” ujar Ketua Panwaslih Gayo Lues.

Sementara itu, angin puting beliung yang menerpa Blangkejeren pada Minggu kemarin, menyebabkan tiga rumah warga rusak berat dan 5 rumah lainnya rusak ringan. 

Menurut BPBA, tidak ada korban jiwa. Namun ada 8 kepala keluarga yang terdampak dan 6 orang mengungsi ke tempat saudara.(me)


Editor :
Makmur Emnur

Komentar Anda