DIALEKSIS.COM | Opini - Namun, di balik riuhnya suasana itu, ada satu pertanyaan yang mengusik pikiran. Mengapa dalam urusan sepak bola kita hanya bisa menjadi penonton tentu mudah dipahami, tetapi mengapa dalam mengelola kekayaan yang dimiliki sendiri Aceh juga masih sering berada di posisi yang sama?
DIALEKSIS.COM | Opini - Kalian yang hari ini sibuk nongkrong di coffee shop kawasan Banda Aceh atau daerah Aceh lainnya, menyeduh sanger hangat sambil menatap layar gawai, mungkin menganggap hiruk-pikuk tentang "Blok Andaman" hanyalah deretan angka mati di rubrik ekonomi berita online. Triliunan kaki kubik gas, Plan of Development (PoD), atau wilayah di atas 12 mil laut, semua itu terdengar seperti bahasa yang belum menyentuh kepentingan Aceh.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada sebuah pertunjukan menarik, akhir pekan kemarin. Di atas podium, Ketua Umum Partai Golkar, yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mempertontonkan keahlian diplomasi tingkat tinggi untuk meredam tuntutan ekonomi Aceh dengan modal kehangatan "kekeluargaan" serta retorika "setengah kamar."
DIALEKSIS.COM | Opini - Aceh perlu memandang cabang olahraga domino dengan jernih, adil, dan proporsional. Selama ini, domino kerap terlanjur ditempatkan dalam satu kotak stigma: judi, begadang, melalaikan, dan tidak bermanfaat. Padahal, dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh, domino telah lama hadir sebagai permainan rakyat yang hidup di warung kopi, pesta, pertemuan keluarga, dan ruang-ruang keakraban. Ia menjadi bahasa sosial yang sederhana: duduk bersama, bercanda, mengingat masa lalu, menyambung silaturahmi, dan merawat persahabatan.
DIALEKSIS.COM | Opini - Pada tanggal 25 Juni 2026, Mualem selaku Kepala Pemerintah Aceh mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, surat ini beliau tulis dari Meuligoe Gubernur Aceh yang dulu dibangun oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, sepucuk surat itu terbang ke Istana Negara.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Jembatan Enang-Enang di tanah Gayo, Aceh bukan sekadar infrastruktur yang menghubungkan dua wilayah. Ia telah berubah menjadi simbol pertarungan antara modal sosial masyarakat dengan modal politik negara. Di satu sisi, masyarakat menunjukkan bahwa gotong royong masih hidup sebagai kekuatan pembangunan. Di sisi lain, muncul kecenderungan pemerintah yang baru hadir setelah pekerjaan selesai, lalu menjadikan keberhasilan itu sebagai komoditas komunikasi politik.
DIALEKSIS.COM | Opini - Narasi mengenai merosotnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda kembali menonjol ke permukaan publik. Berdasarkan data survei Populix tahun 2025, tercatat bahwa sekitar 65% generasi muda Indonesia merasakan adanya penurunan semangat nasionalisme.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada satu hukum tak tertulis dalam dunia investasi sumber daya alam: yang paling keras berteriak soal manipulasi, sering kali adalah yang paling dekat dengan ruang di mana manipulasi itu mungkin terjadi.
DIALEKSIS.COM | Opini - Di tengah berbagai aktivitas kesibukan yang menuntut kecepatan, produktivitas, dan konsentrasi tinggi, kita sering kali terjebak dalam pusaran stres yang melelahkan. Oase itu, bagi sebagian besar masyarakat kita dapat berwujud sebuah permainan yang merakyat, dinamis, dan penuh tawa: bulutangkis ceria.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dua dekade setelah perdamaian, Aceh masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar. Angka kemiskinan mencapai 12,22 persen pada September 2025. Lebih dari 703 ribu jiwa masyarakat Aceh masih hidup dalam kemiskinan.
DIALEKSIS.COM | Opini - Polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) memperlihatkan wajah paradoks politik kesejahteraan di Aceh. Di satu sisi, seluruh elite politik selalu berbicara atas nama rakyat dan pelayanan kesehatan. Namun di sisi lain, rakyat justru dipaksa menghadapi ketidakpastian akibat tarik ulur kebijakan, perubahan regulasi, dan silang sengkarut tata kelola anggaran.
DIALEKSIS.COM | Opini - Aceh merupakan salah satu daerah yang rawan bencana di Indonesia. Aceh pernah mengalami bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Bencana tsunami Aceh merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah modern. Ribuan korban jiwa, harta benda serta fasilitas publik yang terkena dampak bencana. Gelombang relawan turut membantu pemulihan Aceh pada saat itu, tidak terkecuali tenaga kesehatan yang berasal dari berbagai jenis latar belakang.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada adagium terkenal dari Karl Marx yang berbunyi, "Sejarah selalu berulang. Pertama, sebagai tragedi. Kedua, sebagai lelucon." Di Aceh, sejarah tampaknya tidak sedang melucu, tetapi tengah melakukan ”cosplay’ politik luar biasa rapi.
DIALEKSIS.COM | Opini - Adapun kepergian Doto Zaini, diingat karena ia pergi dalam diam, dengan damai, di pembaringan terakhir Rumah Sakit Zainal Abidin (RSZA), yakni rumah sakit yang ia sendiri turut menginisiasi rehabilitasi dan rekonstruksinya. Pada masa Doto Zaini, RSZA bertambah ruang rawat inap dengan kapasitas hampir 300 ranjang.
DIALEKSIS.COM | Opini - Sastra dan budaya bukan sekadar ruang estetika. Keduanya adalah dua pilar penting yang membentuk identitas, cara berpikir, watak, dan mentalitas sebuah masyarakat. Melalui sastra, manusia belajar membaca kehidupan. Melalui budaya, manusia mengenal akar, nilai, dan arah keberadaannya.
DIALEKSIS.COM | Opini - Pergantian pejabat di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia pada umumnya merupakan urusan internal institusi yang ditentukan melalui mekanisme organisasi, pertimbangan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti), serta keputusan akhir Kapolri. Namun Aceh bukanlah daerah yang sepenuhnya mengikuti pola tersebut. Di Tanah Rencong, pergantian Kapolda memiliki dimensi politik dan historis yang berbeda dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
DIALEKSIS.COM | Opini - Sejarah mengajarkan satu pelajaran sederhana tetapi sering dilupakan oleh para penguasa yaitu tidak ada kekuasaan yang abadi. Yang abadi hanyalah perubahan. Ketika kehendak rakyat telah menemukan momentumnya, tembok kekuasaan yang tampak kokoh sekalipun dapat runtuh hanya dalam hitungan hari.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dalam diskursus pembangunan, sumber daya alam hanyalah potensi. Ia baru menjadi kekuatan ketika mampu diubah menjadi pengaruh, kapasitas, dan kemanfaatan. Karena itu, kehadiran Blok migas Andaman di Aceh tidak semestinya dipandang semata sebagai penemuan cadangan migas baru berskala raksasa, melainkan juga perlu dilihat sebagai momentum strategis yang dapat menentukan posisi Aceh dalam lanskap energi nasional di masa-masa yang akan datang.
DIALEKSIS.COM | Opini - Investasi pada dasarnya bukan hanya urusan modal, mesin, pabrik, tambang, perkebunan, pelabuhan, atau kawasan industri. Investasi adalah soal kepercayaan. Seorang investor tidak hanya menghitung potensi keuntungan, ketersediaan lahan, tenaga kerja, bahan baku, dan akses pasar. Ia juga menghitung risiko: apakah hukum berjalan, apakah keamanan terjaga, apakah konflik sosial bisa dimitigasi, apakah pemerintah hadir, dan apakah masyarakat sekitar merasa dilibatkan dan punya rasa memiliki.
DIALEKSIS.COM | Opini - Pemimpin esok hari (adakah yang cukup mampu?) Mewakilkan suara kami (Jelas tak ada yang tahu) --Kutipan lagu .Feast -- Kami belum tentu.