Selasa, 15 September 2026
Beranda / Feature / Menepi di Dream Hill, Menikmati Wajah Lain Takengon

Menepi di Dream Hill, Menikmati Wajah Lain Takengon

Selasa, 15 September 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Dream Hill Villa di kawasan Bur Telege. Foto: dok Dialeksis 


Aryos Nivada bersama tim Dialeksis berkunjung ke Dream Hill Villa beberapa minggu lalu. Arsitektur vila, lingkungan hijau, dan panorama kawasan Bur Telege menjadi daya tarik persinggahan di dataran tinggi Gayo.

DIALEKSIS.COM | Takengon - Atap-atap segitiga menjulang di antara pepohonan. Bidang kaca lebar memenuhi muka bangunan, berpadu dengan dinding putih dan bingkai hitam. Di depannya, tangga menanjak dari halaman menuju deretan vila. Langit biru melengkapi pemandangan yang terekam dalam dokumentasi kunjungan tim Dialeksis ke Dream Hill Villa.

Beberapa minggu lalu, owner Dialeksis, Aryos Nivada, mengunjungi penginapan di kawasan Bur Telege, Takengon, Aceh Tengah, bersama timnya, termasuk Im Dalisah dan Andre. Persinggahan itu mempertemukan mereka dengan salah satu pilihan akomodasi di dataran tinggi Gayo yang menjadikan lanskap sebagai bagian dari daya tariknya.

Dari halaman, karakter bangunannya sudah mudah dikenali. Kemiringan atap yang tajam membentuk siluet menyerupai huruf A. Pada salah satu bangunan, balkon memanjang di lantai atas. Pohon-pohon tinggi, tanaman berdaun lebar, dan perdu mengisi ruang di sekitar vila. Warna hijau menyela garis-garis tegas bangunan.

Lingkungan itulah yang memberi bahan bagi kesan pertama yakni sebuah tempat untuk mengambil jeda, dengan ruang pandang yang tidak berhenti pada dinding kamar.

“Daya tarik Dream Hill ada pada perpaduan bangunan dan lingkungan alamnya. Tempat seperti ini memberi alasan untuk berhenti sejenak, menikmati suasana, dan punya waktu berbincang bersama tim. Bagi saya, itu bagian berharga dari sebuah perjalanan.”

Dream Hill Villa Bur Telege by Calandra berada di kawasan perbukitan dengan panorama Danau Lut Tawar. Menarakan pemandangan danau, perbukitan, serta suasana pegunungan disebut sebagai daya tarik penginapan ini. Balkon dan area luar ruang menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada tamu. 

Pilihan akomodasinya juga memungkinkan orang datang bersama keluarga atau rombongan. Melalui amatan langsung tim Dialeksis 7 September 2026, Dream Hill memiliki 10 unit vila dengan beberapa tipe. Kapasitasnya bervariasi, mulai dari tiga orang, sekitar enam orang, hingga 14 orang untuk unit terbesar. Tempat tersebut turut menyebut fasilitas air panas dan dingin, restoran, kafe, serta ruang pertemuan. 

Bagi perjalanan bersama tim, variasi kapasitas dan ruang pertemuan itu dapat menjadi pertimbangan. Agenda berkunjung bisa dipadukan dengan kegiatan bersama, sementara waktu 

“Yang menarik bagi saya adalah suasana hijaunya dan bentuk vila yang punya karakter. Ada kesan hangat meskipun garis bangunannya tegas. Tempat seperti ini layak dipertimbangkan untuk datang bersama keluarga atau teman, terutama kalau ingin menikmati waktu bersama dengan lebih santai,” respon Im Dalisah saat berkunjung.

Kondisi tempat saat berkunjungan memperlihatkan bagaimana bangunan dan tanaman berbagi ruang. Tirai putih berada di balik kaca-kaca besar. Pagar balkon berwarna gelap mengikuti sisi bangunan. Di bagian depan, dinding putih dengan susunan bata berlubang menjadi pembatas antara halaman dan kawasan vila.

Detail-detail itu memberi banyak pilihan sudut pandang. Dari bawah, atap tampak menjulang. Dari sisi lain, balkon, pepohonan, dan langit biru menjadi susunan yang berbeda. Daya tarik visualnya hadir bahkan sebelum orang masuk ke dalam penginapan.

“Secara visual, tempat ini menarik. Bentuk atap, kaca besar, dan pepohonan memberi banyak pilihan sudut foto. Untuk perjalanan bersama tim, suasana seperti ini juga bisa membuka percakapan yang lebih cair dan memunculkan ide-ide baru,” tanggapan lain disampaikan Andre.

Di balik tampilan vila, ada upaya pengelola mempertahankan daya tarik wisata Takengon. Bahkan berbagai media memberitakan pembenahan Dream Hill Villa dalam konteks pemulihan pariwisata setelah bencana. Pengelola menyampaikan rencana renovasi untuk memperbarui tampilan dan kenyamanan akomodasi. 

Dalam pemberitaan tersebut, Iwan Wahyudi dari Calandra and Sativa bersama General Manager Agus Eko menekankan pembenahan fasilitas dan komitmen terhadap pelayanan. Informasi itu menjadi latar bagi perjalanan usaha penginapan ini menyambut wisatawan kembali ke Gayo. 

“Usaha wisata yang terus berbenah patut mendapat ruang untuk dikenal. Harapannya, kunjungan wisatawan juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, dari usaha kopi dan kuliner hingga jasa lokal. Keindahan Gayo perlu dirawat bersama dengan kualitas pelayanan dan kebersihan lingkungannya,” jelas Aryos kembali.

Bagi pembaca yang merencanakan perjalanan ke Takengon, Dream Hill menawarkan alasan untuk memasukkan Bur Telege ke dalam daftar persinggahan: karakter bangunan yang kuat, lingkungan hijau, serta pilihan akomodasi untuk berbagai ukuran rombongan. Ketersediaan unit, fasilitas, dan tarif pada tanggal kunjungan dapat ditanyakan langsung kepada pengelola.

Dalam dokumentasi perjalanan tim Dialeksis, tulisan “Dream Hill Villa” membentang di atas pintu masuk. Di belakangnya, atap-atap segitiga berdiri di antara pepohonan. Sebuah pemandangan yang mengajak orang memberi lebih banyak waktu bagi Takengon dan tidak terburu-buru melanjutkan perjalanan.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI