DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, H. Fadhil Ilyas, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Aceh yang memborong sembilan penghargaan pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 di Jakarta.
Menurut Fadhil, capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Aceh tidak hanya dikenal sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, tetapi juga mulai menunjukkan kemajuan nyata dalam penguatan ekonomi syariah di tingkat nasional.
“Ini prestasi yang sangat membanggakan. Sembilan penghargaan dalam Anugerah Adinata Syariah menunjukkan bahwa Aceh memiliki fondasi, komitmen, dan arah kebijakan yang semakin kuat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah,” ujar Fadhil Ilyas kepada Dialeksis.com, Selasa (7/7/2026).
Fadhil menilai penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja bersama antara Pemerintah Aceh, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha, dunia pendidikan, ulama, pesantren, UMKM, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini ikut mendorong penguatan ekonomi berbasis nilai Islam.
Ia mengatakan, keberhasilan Aceh di ajang nasional itu patut menjadi energi baru untuk memperluas praktik ekonomi syariah yang lebih produktif, inklusif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada seremoni atau identitas. Ia harus hadir sebagai kekuatan ekonomi yang memberi manfaat: membuka akses pembiayaan, menggerakkan UMKM, memperkuat industri halal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sebagai bank daerah berbasis syariah, lanjut Fadhil, Bank Aceh Syariah siap terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah. Menurutnya, perbankan syariah memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam membangun ekosistem ekonomi halal di Aceh.
“Bank Aceh Syariah akan terus mengambil peran aktif. Kami ingin menjadi bagian dari ikhtiar besar menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya.
Fadhil juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Fadhlullah, dan jajaran Pemerintah Aceh yang dinilai mampu menjaga arah pembangunan ekonomi syariah secara konsisten.
“Penghargaan ini adalah modal moral dan reputasi bagi Aceh. Yang paling penting setelah ini adalah menjaga konsistensi, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap program ekonomi syariah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih solid. Menurut Fadhil, Aceh memiliki kekuatan historis, sosial, dan regulasi yang besar untuk menjadi model pengembangan ekonomi syariah nasional.
“Dengan kolaborasi yang kuat, insyaallah Aceh tidak hanya menjadi penerima penghargaan, tetapi juga menjadi rujukan nasional dalam praktik ekonomi syariah yang modern, sehat, dan berpihak kepada umat,” pungkasnya.