Rabu, 01 Juli 2026
Beranda / Berita / Dunia / Harga Minyak Dunia Turun Tipis, Iran Tolak Bertemu Delegasi AS di Qatar

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, Iran Tolak Bertemu Delegasi AS di Qatar

Rabu, 01 Juli 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapal kontainer berbendera Liberia MSC Reef terlihat berlabuh di sepanjang dermaga di Terminal Kontainer Khor Fakkan, satu-satunya pelabuhan laut dalam alami di wilayah tersebut dan salah satu pelabuhan kontainer utama di Emirat Sharjah, di sepanjang Teluk Oman pada 28 Juni 2026. [Foto: AFP/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Dunia - Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Rabu (1/7/2026) setelah Iran menyatakan belum akan bertemu dengan delegasi Amerika Serikat (AS) di Qatar. Sikap tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan proses perdamaian kedua negara.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent kontrak September turun 0,3% menjadi US$ 72,72 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus melemah 0,5% ke level US$ 69,17 per barel.

Meski turun tipis, kedua acuan minyak tersebut mencatat penurunan tajam sepanjang Juni. Brent anjlok sekitar 21%, menjadi pelemahan bulanan terbesar sejak Maret 2020. Adapun WTI merosot lebih dari 20%, atau penurunan terdalam sejak akhir 2021.

Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah pejabat Iran menyebut Teheran dan Washington masih harus merampungkan rincian kesepakatan damai sementara yang disepakati pada pertengahan Juni. Selama proses tersebut belum selesai, pembahasan mengenai isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran, belum akan dilakukan.

Di sisi lain, utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dilaporkan telah tiba di Doha, Qatar. Namun, pemerintah Qatar menegaskan keduanya hanya akan bertemu dengan para mediator, bukan melakukan perundingan langsung dengan pihak Iran.

Sebelumnya, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pada 17 Juni untuk menghentikan konflik yang sempat mengganggu arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis di Teluk Persia itu dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi pasokan global.

Analis ING Warren Patterson dan Ewa Manthey menilai pasar masih melihat prospek pasokan minyak dari Timur Tengah tetap positif. Menurut mereka, aktivitas kapal tanker yang memasuki Teluk Persia mulai meningkat, menandakan kepercayaan pelaku pasar terhadap keamanan jalur pelayaran berangsur pulih.

Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa jika lalu lintas kapal terus meningkat, potensi kenaikan harga minyak ke depan bisa menjadi lebih terbatas. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes