Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Terapkan ‘Blokade Selektif’ di Selat Hormuz, Jepang Masuk Daftar Aman

Iran Terapkan ‘Blokade Selektif’ di Selat Hormuz, Jepang Masuk Daftar Aman

Sabtu, 21 Maret 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sebuah perahu layar tradisional (dhow) berlayar di perairan Selat Hormuz di lepas pantai Khasab di semenanjung Musandam utara Oman pada 25 Juni 2025 [Foto: Giuseppe Cacace/AFP]


DIALEKSIS.COM | Teheran - Iran menyatakan akan memberikan akses terbatas bagi kapal-kapal Jepang untuk melintasi Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang berdampak pada jalur distribusi energi dunia.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak sepenuhnya menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Namun, pembatasan diberlakukan secara selektif terhadap negara-negara yang dianggap sebagai pihak musuh.

“Kami belum menutup selat tersebut. Jalur itu tetap terbuka, kecuali untuk negara-negara yang menyerang kami,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan Kyodo News, Jumat (20/3/2026).

Ia menambahkan, Iran siap menyediakan jalur aman bagi negara-negara yang ingin melintas, selama ada komunikasi dan koordinasi dengan otoritas Teheran terkait rute pelayaran.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan pasca serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu gangguan signifikan terhadap lalu lintas maritim di kawasan tersebut.

Sejak awal konflik, Korps Garda Revolusi Islam Iran sempat memperingatkan akan menyerang kapal yang mencoba melintas. Ancaman itu membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti.

Namun dalam sepekan terakhir, Iran mulai melunak dengan membuka peluang akses terbatas bagi negara-negara tertentu.

Sejumlah negara seperti Tiongkok, India, dan Pakistan dilaporkan telah lebih dulu mendapat izin melintas, setelah melakukan komunikasi langsung dengan pihak Iran.

Laporan Lloyd's List menyebutkan sedikitnya 10 kapal telah berhasil melintasi selat tersebut melalui jalur dekat pesisir Iran yang kini disebut sebagai “koridor aman”.

Kapal terbaru, sebuah kapal curah asal Yunani, dilaporkan melintas dengan rute dekat Pulau Larak sambil menyiarkan pesan muatan untuk Iran.

Di sisi lain, Iran juga tengah mengembangkan sistem pemeriksaan dan pendaftaran kapal yang lebih terkoordinasi, guna mengatur lalu lintas pelayaran di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.

Ketergantungan Jepang terhadap pasokan energi dari Timur Tengah membuat stabilitas Selat Hormuz menjadi krusial. Lebih dari 90 persen impor minyak mentah Jepang berasal dari kawasan tersebut dan sebagian besar dikirim melalui jalur ini.

Sejumlah negara, termasuk sekutu Barat seperti Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Inggris, telah menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya pembukaan jalur aman di Selat Hormuz.

Sementara itu, Jepang juga telah menyampaikan kekhawatiran atas sejumlah kapal mereka yang tertahan di kawasan Teluk dalam komunikasi langsung dengan Teheran awal pekan ini. [EH/Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI