DIALEKSIS.COM | Aceh - Dua dekade setelah damai, Aceh masih kerap disuguhi polemik di lingkaran elite pemerintahan. Situasi ini dinilai bukan sekadar dinamika politik biasa, melainkan cerminan belum tuntasnya transformasi para pelaku konflik ke dalam suasana damai yang seharusnya melahirkan tata kelola baru yang lebih dewasa dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
DIALEKSIS.COM | Indepth - Banjir besar yang melanda Aceh sejak awal Desember 2025 belum sepenuhnya surut. Di sejumlah wilayah, ribuan warga masih bergulat dengan lumpur, akses jalan terputus, dan bantuan yang datang bertahap. Namun di tengah situasi darurat itu, perdebatan lain mengemuka: desakan agar Gubernur Aceh Muzakir Manaf mencopot Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Absennya revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025–2029 menjadi sinyal keras melemahnya posisi tawar politik Aceh di tingkat pusat.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XII, suara lantang dari internal Golkar Aceh menguat mereka tidak menghendaki kursi ketua direbut tokoh non-kader. Dari senior hingga sayap muda partai kompak bersuara Golkar punya stok kader mumpuni. Direncana akan digelar Agustus 2025, suhu politik di internal partai berlambang pohon beringin itu mulai memanas. Namun, satu suara terdengar nyaring dan konsisten penolakan terhadap calon ketua dari luar kader.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Pilkada serentak 2024 baru saja usai. Di Aceh, Muzakir Manaf sukses menjadi Kepala Pemerintah atau Gubernur Aceh. Ada hal menarik dengan Pareto saat menjelaskan katagori elit penguasa yaitu melalui singa dan rubah.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Dinamika Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh menunjukkan adanya pertimbangan khusus dari elit pusat terhadap sosok Muzakir Manaf (Mualem) dibandingkan Bustami Hamzah. Dr. Firman, S.Sos., M.A., Dosen FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, menilai hal ini terkait dengan posisi tawar yang dimiliki Mualem.
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Sejarah kerap memberi pelajaran, bahwa praktik politik perkauman selalu membelenggu kemajuan suatu daerah. Aceh menjadi salah satu wilayah yang tak luput dari jeratan permainan busuk tersebut.
Ironi terjadi, ketika para elit memupuk sikap pragmatis dan oportunis ketimbang merangkul keberagaman untuk membangun semangat persatuan.