DIALEKSIS.COM | Aceh - Dalam bincang bincang bersama Dialeksis, Minggu (16/02/2025), Din Saja yang juga dikenal sebagai Ade Soekma dan Fachruddin Basyar memberikan pandangannya mengenai perbedaan dan persamaan antara petani dan seniman di tengah dinamika zaman. Meski dikenal dengan beragam nama, Din Saja menegaskan bahwa ia adalah satu pribadi yang melihat kedua profesi itu sebagai cerminan semangat kehidupan yang sejati.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pernyataan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, terkait persepsi bioskop di Arab dan Aceh kembali menuai kritik tajam dari budayawan Aceh, Davi Abdullah M.Sn.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Hidup sebagai seniman dan budayawan di Aceh masih jauh dari kata sejahtera. Minimnya perhatian serius dari pemerintah kerap membuat para penggiat seni dan budaya harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup, meskipun karya mereka telah banyak memberikan kontribusi bagi kebudayaan Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Budayawan dan kolektor manuskrip kuno, Tarmizi Hamid mengatakan, razia kuliner Aceh oleh BNN yang diisukan mengandung ganja haruslah dilakukan secara hati-hati. Tujuannya, agar tidak memperkuat stigma negatif beredar di masyarakat.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Kalangan seniman dan budayawan berharap Dana Indonesiana yang bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan tetap dipertahankan, khususnya oleh pemerintahan baru hasil Pemilu 2024 nanti. Salah satu budayawan Aceh, Herman RN, menilai dana abadi bidang kebudayaan itu menjadi prestasi pemerintah dan bentuk apresiasi terhadap kerja-kerja kebudayaan di seluruh Indonesia.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Akhir-akhir ini, pergelaran konser musik menjadi polemik di tanah serambi mekkah. Soalnya datang himbauan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang meminta agar sebaiknya konser musik ditiadakan saja.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tradisi Toet Budee Trieng yang sudah berlangsung sejak masa kesultanan menjadi sebuah ciri khas di Aceh tersendiri. Toet Budee Trieng ini selalu di gelar di Pidie, dan selalu ramai dihadiri banyak wisatawan lokal dan luar daerah.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tepat 10 Tahun UNESCO secara resmi mengakui Tari Saman Gayo sebagai warisan dunia tak benda.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Mohd Harun mengapresiasi langkah Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) yang menggelar kegiatan pembinaan adat seumapa dan narit maja se-kabupaten Abdya.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Staf Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, Ikhwan Putra menjelaskan Mersah Paloh yang pernah jadi tempat tinggal Pahlawan Nasional Tjoet Njak Dhien selama di Kampung Celala Aceh Tengah masih diduga sebagai cagar budaya.
Saat ini, Mersah Paloh itu tidak lagi berfungsi sebagai "mersah" atau tempat ibadah sejak 2013. Pasalnya kondisi bangunan yang bocor dan rusak parah.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Aceh melalui Pamong Budaya Ahli Muda Cagar Budaya, Andi Irfan Syam mengatakan, status bangunan kuno yang bersejarah yang baru ditemukan itu masih dianggap objek yang diduga sebagai cagar budaya.
Penetapan status sebagai cagar budaya itu harus melalui proses pendekatan, ada rekomendasi dari tim ahli cagar budaya, kemudian hasil tersebut akan menjadi acuan untuk Pemerintah Daerah setempat untuk menetapkan statusnya sebagai cagar budaya.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mersah Paloh yang pernah jadi tempat tinggal Pahlawan Nasional Tjoet Njak Dhien selama di Kampung Celala Aceh Tengah, tidak lagi berfungsi sebagai "mersah" atau tempat ibadah sejak 2013. Pasalnya kondisi bangunan yang bocor dan rusak parah.
Mersah dalam bahasa Gayo adalah masjid kecil atau Musala, sedangkan Paloh berarti bawah. Jadi Mersah Paloh bermakna Musala bawah karena letaknya berada pada dataran lebih rendah. Tjoet Njak Dhien berada di sana sejak tahun 1900 hingga pertengahan 1901.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perayaan Maulid Nabi khususnya di Aceh merupakan perayaan sangat sakral dan kental akan budaya-budaya Islam di Aceh khususnya.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sedang mengusulkan Hikayat Aceh menjadi Memory of The World (MoW) atau warisan dunia ke UNESCO. Misi ini disampaikan Perpusnas RI melalui Webinar Hikayat Aceh Road to Memory of The World yang disiarkan daring hari Rabu, 13 Oktober 2021, kemarin.
Merespons usulan tersebut, Budayawan Aceh Herman RN mengatakan, Hikayat Aceh memang sudah saatnya menjadi warisan dunia. Karena, kata dia, bukan hanya cerita jaman dahulu saja yang terkandung di dalamnya, tetapi terdapat ragam pedoman, nilai, dan konsep yang disampaikan di dalam Hikayat Aceh.