Logo Dialeksis - Masker
utu pangdam
Beranda / Sosok Kita / Razi, MC Wedding Sukses di Usia Muda

Razi, MC Wedding Sukses di Usia Muda

Sabtu, 21 November 2020 12:40 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Memanfaatkan skill selagi muda memang menjadi cara yang jitu untuk sukses di masa depan. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dengan mengembangkan skill masing-masing. 

Begitulah yang disampaikan oleh Rahmat Razi Aulia saat dihubungi Dialeksis.com Sabtu (21/11/2020).

Rahmat Razi Aulia adalah salah satu anak muda yang sedang mengemban karier di bidang public speaking. Razi sudah mengawali dunia MC sejak Sekolah Dasar dan ketika duduk dibangku SMP dan SMA sudah sering memandu acara-acara di lingkungan sekolah dan di saat kuliah ia memulai untuk menjadi Master of Ceremony acara resepsi pernikahan alias MC Wedding. 

"Selain kuliah, Razi manfaatkan waktu untuk berkarir atau megembangkan skill dan hobi. Jadi pada saat kuliah, Razi fokus kuliah. sabtu minggu sejak tahun 2018 razi terjun ke dunia MC. Pengalaman MC itu sudah mulai sejak SD sudah aktif, SMP selalu dipakai untuk memandu acara di sekolah, SMA juga sudah semakin matang dan pede untuk berbicara," ujarnya.

Razi yang merupakan mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unsyiah juga aktif diberbagai organisasi dan event-event yang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh. Namun, dengan aktifitasnya yang padat, ia tetap fokus kepada perkuliahannya dan pada semester satu ia mendapat indeks prestasi 4.00, semester selanjutnya ia juga masih bisa mempertahankan nilainya.

"Pertama kita harus fokus dengan apa yang kita lakukan. Untuk bidang akademik, alhamdulillah saya mampu. Setiap hari itu saya sering membaca koran di kedai kopi maupun di HP, juga membaca berita yaitu untuk menunjang prestasi kita, karena akan banyak pengetahuan dan saya juga membaca buku tentang politik dan dinamika masyarakat," kata Razi.

Pencapaian yang pernah ia raih selama jadi MC, yakni Razi pernah MC di depan pejabat negara dan daerah saat berkunjung ke Sekolah Sukma Bangsa, dan acara-acara besar yang digelar oleh pihak sekolah.

Sampai saat ini pendapatannya berkisar 7-10 juta perbulan dan ia pergunakan untuk membiayai kehidupannya dan ditabung untuk masa depan.

"Alhamdulillah saya kemarin sudah beli satu unit mobil dari pendapatan yang saya tabung selama ini. Semenjak SD saya sudah bercita-cita untuk bisa membeli mobil. Suka liat-liat orang naik mobil jadinya pengen," ungkapnya.

Puncak pencapaiannya sekarang tidak lepas dari hujatan, cemoohan dari orang-orang di sekitarnya. 

"MC Wedding ini masih banyak yang memandang sebelah mata. Pasti ada orang yang menjatuhkan kita. Saya tidak patah semangat untuk bangkit. Ketika saya MC ini, banyak orang berpikir akan banyak uangnya, di luar itu saya punya tugas harus bisa menyesuaikan tempat, adat budaya, bisa beradaptasi dengan adat yang berbeda," pungkasnya. 

Bagi Razi kuliah tinggi-tinggi, hebat-hebat, belum tentu menjamin pekerjaan. Kuliah adalah tujuannya untuk mencari ilmu, menambah wawasan, kuliah bukan hanya menjadi prioritas kita mendapatkan suatu pekerjaan. Cara untuk sukses dimasa depan adalah dengan cara diri kita sendiri yakni dengan pengembangan skill.

Tentu semua orang pandai, tapi tidak semua orang itu bisa berani tampil di depan publik. Mentalitas adalah kuncinya, tetap percaya diri, minta restu orang tua, karena keberhasilan seorang anak itu doa dari orang tua, kemana pun kita melangkah saya selalu konsul dengan orang tua," tuturnya. 

"Masa muda itu untuk berkarya selagi kita masih mampu dengan skill yang kita punya. Jangan jadikan masa muda itu lebih banyak menghabiskan waktu bermain, nongkrong-nongkrong, bagi saya masa muda itu untuk mencari jari diri dan mengukir prestasi," tutupnya. (ALN)

Editor :
Indri

BPMA pangdam
riset-JSI
Komentar Anda
syamsul rizal hari guru