Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Sosok Kita / Lita Gading, Psikolog yang Menggugat Pensiun DPR Seumur Hidup

Lita Gading, Psikolog yang Menggugat Pensiun DPR Seumur Hidup

Sabtu, 21 Maret 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Dr. Lita Gading, M.Psi., M.Soc.Sc. Foto: Instagram/litagadingconsultant


DIALEKSIS.COM | Soki - Sosok Dr. Lita Gading, M.Psi., M.Soc.Sc. mendadak menjadi perbincangan publik setelah langkahnya menggugat aturan pensiun anggota DPR seumur hidup ke Mahkamah Konstitusi. Di balik langkah berani tersebut, Lita merupakan seorang psikolog klinis dengan rekam jejak panjang di dunia akademik, konsultasi, dan komunikasi publik.

Perempuan kelahiran Jakarta, 10 September 1975 ini dikenal luas sebagai praktisi psikologi yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, baik melalui forum tatap muka maupun media sosial. Dengan latar belakang keilmuan yang kuat, Lita Gading kerap menyuarakan pandangan kritis terhadap berbagai isu sosial, termasuk yang berkaitan dengan keadilan dan kesejahteraan publik.

Lita menempuh pendidikan sarjana (S1) Psikologi di Universitas Esa Unggul Jakarta. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Langnan University, Hong Kong, dengan fokus pada bidang psikologi. 

Selain itu, ia juga menyelesaikan pendidikan profesi psikologi di Universitas Persada Indonesia YAI. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa ia turut menempuh pendidikan doktoral (S3) di bidang psikologi klinis, yang semakin memperkuat kapasitasnya sebagai akademisi dan praktisi.

Dalam perjalanan kariernya, Lita Gading mendirikan layanan konsultasi yang dikenal dengan nama Lita Gading Consultant. Melalui platform ini, ia memberikan layanan psikologi klinis, konseling relasi, hingga pendekatan alternatif seperti hipnoterapi, grafologi, dan fisiognomi. Bidang keahliannya yang beragam menjadikannya sebagai salah satu figur yang cukup dikenal dalam dunia psikologi populer di Indonesia.

Sebelum namanya ramai diperbincangkan dalam konteks hukum dan kebijakan publik, Lita telah lama aktif sebagai pembicara di berbagai forum. Ia sering diundang untuk membahas isu-isu keluarga, kesehatan mental, hingga dinamika hubungan sosial di tengah masyarakat modern.

Langkahnya menggugat aturan pensiun anggota DPR seumur hidup menjadi titik balik yang mengangkat namanya ke ranah yang lebih luas. Gugatan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap prinsip keadilan sosial, khususnya dalam pengelolaan keuangan negara. Isu ini pun memantik perhatian publik karena menyangkut hak istimewa pejabat negara yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi masyarakat secara umum.

Sebagai seorang psikolog, Lita melihat persoalan tersebut tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari perspektif keadilan sosial dan psikologi masyarakat. Ia menilai bahwa kebijakan publik semestinya mencerminkan rasa keadilan kolektif, bukan justru memperlebar jarak antara elite dan rakyat.

Kini, Lita Gading tidak hanya dikenal sebagai psikolog klinis, tetapi juga sebagai figur publik yang berani menyuarakan perubahan. Dari ruang praktik hingga ruang konstitusi, ia menunjukkan bahwa peran seorang profesional tidak berhenti pada bidang keilmuan semata, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendorong perubahan kebijakan yang lebih adil.

Dengan kombinasi antara latar belakang akademik, pengalaman profesional, dan keberanian bersuara, Lita Gading menjadi salah satu contoh sosok yang menjembatani dunia keilmuan dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI