Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / PAN Aceh Perkuat Internal, Siap Rebut Dua Kursi DPR RI dan Pimpinan DPRA di Pileg 2029

PAN Aceh Perkuat Internal, Siap Rebut Dua Kursi DPR RI dan Pimpinan DPRA di Pileg 2029

Minggu, 15 Februari 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Sekretaris DPW PAN Aceh, Jeffry Sentana S. Putra dan Ketua Harian DPW PAN Aceh, Razami Dek Cut saat doorstop oleh media usai Musda PAN se-Aceh di Kantor DPW PAN Aceh, Banda Aceh, Minggu (15/2/2026). Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh mulai memanaskan mesin politiknya menuju Pemilu 2029. 

Melalui Musyawarah Daerah (Musda) serentak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN kabupaten/kota se-Aceh, partai berlambang matahari terbit ini menegaskan target ambisius, mulai dari memimpin DPRA hingga merebut dua kursi DPR RI.

Musda serentak tersebut dipusatkan di Kantor DPW PAN Aceh, Banda Aceh, Minggu (15/2/2026), sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan kekuatan politik jangka panjang di seluruh wilayah Aceh.

Sekretaris DPW PAN Aceh, Jeffry Sentana S. Putra, SE, mengatakan Musda serentak ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur partai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. 

Konsolidasi ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan PAN Aceh menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Target kita menjadi pimpinan di DPRA dan mendapatkan dua kursi DPR RI, masing-masing satu kursi di Dapil Aceh 1 dan satu kursi di Dapil Aceh 2. Selain itu, kita juga menargetkan penambahan kursi di DPRA serta DPRK kabupaten/kota,” kata Jeffry kepada Dialeksis.com, Minggu, 15 Februari 2026.

Jeffry menjelaskan, Musda serentak ini merupakan tahap awal dari proses konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Setelah struktur kepengurusan di tingkat kabupaten/kota rampung, PAN Aceh akan melanjutkan pembentukan dan penguatan struktur hingga ke tingkat paling bawah.

“Setelah ini, kita akan melengkapi seluruh struktur organisasi untuk memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu 2029,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan struktur organisasi menjadi langkah penting, tidak hanya untuk memenuhi persyaratan administratif sebagai peserta pemilu, tetapi juga untuk membangun mesin partai yang solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam penyusunan kepengurusan baru, PAN Aceh mengusung pendekatan kombinasi antara kader senior dan wajah-wajah baru. Strategi ini diyakini dapat menciptakan keseimbangan antara pengalaman politik dan energi baru.

“Masih ada wajah lama yang kita pertahankan karena track record mereka sebagai senior sangat penting. Namun, banyak juga wajah baru yang diisi untuk mengisi kekosongan yang sebelumnya ada. Bahkan, komposisinya didominasi wajah baru,” jelas Jeffry.

Menariknya, sebagian pengurus baru juga berasal dari luar partai, termasuk kader eksternal yang sebelumnya berkiprah di partai politik lain. Menurut Jeffry, hal ini merupakan bagian dari upaya memperluas basis kekuatan politik PAN di Aceh.

“Sebagian kader internal, sebagian juga dari eksternal antarpartai politik. Yang kita harapkan tentu mereka memiliki komitmen yang sama dengan visi dan misi Partai Amanat Nasional,” katanya.

Selain fokus pada penguatan politik, PAN Aceh juga menekankan pentingnya peran sosial kader di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons kondisi darurat seperti bencana alam yang kerap terjadi di Aceh.

Jeffry berharap kepengurusan baru yang terbentuk melalui Musda dapat langsung turun ke lapangan dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat, terutama korban bencana.

“Kita minta kepengurusan baru ini turun ke masyarakat untuk melakukan aksi solidaritas, membantu saudara-saudara kita yang masih terkena bencana, seperti banjir. Ini bagian dari komitmen PAN untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

PAN Aceh optimistis dapat memperkuat posisinya dalam peta politik Aceh. Konsolidasi yang dilakukan sejak dini menjadi modal penting bagi PAN Aceh untuk membangun basis dukungan yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing dalam Pemilu 2029.

“Setelah struktur organisasi lengkap, kita akan fokus pada konsolidasi politik dan penguatan basis hingga ke tingkat bawah. Ini bagian dari persiapan besar PAN Aceh untuk menghadapi Pemilu 2029,” tutup Jeffry.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI