Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / MPR RI dan Pemuda Muhammadiyah Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda Aceh

MPR RI dan Pemuda Muhammadiyah Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda Aceh

Jum`at, 13 Maret 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Anggota MPR RI dari Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung UCC Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Kamis (12/3/2026).[Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda terus digencarkan.

Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar anggota MPR RI dari Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub, bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh di Gedung UCC Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari pemuda dan pelajar dari Banda Aceh serta Aceh Besar. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian diskusi yang membahas pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam pemaparannya, Muslim Ayub menegaskan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda formal atau kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan zaman.

Ia mengatakan generasi muda memiliki peran strategis sebagai penjaga masa depan negara. Oleh karena itu, pemuda harus memiliki landasan nilai yang kuat agar mampu menghadapi berbagai dinamika sosial, politik, maupun perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.

“Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan. Dengan begitu, generasi muda dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah maupun negara,” ujar Muslim Ayub di hadapan para peserta.

Menurutnya, di era digital saat ini, generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Tanpa fondasi nilai tersebut, arus informasi yang begitu cepat berpotensi memunculkan berbagai narasi yang dapat memecah belah persatuan.

Selain pemaparan dari anggota MPR RI, kegiatan tersebut juga menghadirkan pandangan akademisi. Danil Akbar Taqwadin, dosen Ilmu Politik pada FISIP UIN Ar-Raniry, menilai penguatan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial yang cepat.

Menurutnya, generasi muda saat ini hidup dalam ekosistem informasi yang sangat terbuka, di mana berbagai ideologi, pandangan politik, hingga informasi yang belum tentu benar dapat dengan mudah diakses melalui media digital.

“Di era digital, tantangan kebangsaan bukan hanya persoalan politik formal, tetapi juga bagaimana generasi muda mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat merusak persatuan,” kata Danil Akbar Taqwadin

Ia menambahkan bahwa empat pilar kebangsaan seharusnya tidak hanya dipahami sebagai konsep normatif, tetapi juga menjadi nilai yang hidup dalam praktik sosial masyarakat.

Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang dapat menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.

“Jika generasi muda mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan, maka mereka akan menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh, Zul Hafiyan, menilai kolaborasi antara MPR RI dan organisasi kepemudaan menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan edukasi kebangsaan kepada generasi muda.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat karakter generasi muda di Aceh agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Ia berharap para peserta yang hadir tidak hanya memahami materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat persatuan dan nilai-nilai positif di lingkungan masing-masing,” tutupnya.[nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI