Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Drainase dan Sampah Pemicu Genangan Air

Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Drainase dan Sampah Pemicu Genangan Air

Rabu, 07 Januari 2026 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah. Foto istimewa.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Hujan dengan intensitas tinggi yang kerap melanda Kota Banda Aceh kembali memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Setiap kali hujan lebat turun, kekhawatiran akan munculnya genangan air bahkan banjir selalu menghantui warga di sejumlah kawasan kota.

Persoalan ini menjadi perhatian serius Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah. Ia menilai, masalah genangan air yang terjadi hampir setiap musim hujan tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan musiman semata, melainkan harus ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Setiap terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi, selalu menyisakan ruang kekhawatiran dan kegelisahan di hati warga Kota Banda Aceh. Apakah banjir akan kembali melanda atau tidak,” ujar Irwansyah saat membahas bersama para keuchik dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Banda Raya yang dilansir media dialeksis.com dalam akun Instagram pribadinya, Irwansyahst2 pada Rabu, 7 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Irwansyah mengatakan pihaknya secara langsung mendengarkan berbagai keluhan dan aduan dari aparatur gampong serta unsur kecamatan, khususnya terkait genangan air yang cukup tinggi di sejumlah titik kawasan Banda Raya.

“Alhamdulillah, kita bisa bersilaturahmi dan bertemu dengan para keuchik serta unsur Forkopimcam Banda Raya. Kita mendengarkan langsung keluhan dan aduan mereka terkait musibah banjir genangan yang lumayan tinggi terjadi di kawasan ini,” katanya.

Menurut Irwansyah, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga wadah untuk mendiskusikan berbagai solusi konkret agar persoalan genangan air dapat ditekan dan diminimalisir ke depan.

Ia menegaskan, salah satu akar persoalan utama terletak pada sistem drainase dan tata ruang Kota Banda Aceh yang usianya sudah puluhan tahun. Kondisi tersebut dinilai tidak lagi sejalan dengan perkembangan kota saat ini.

“Sistem drainase dan tata ruang kita sudah puluhan tahun usianya. Sudah patut dilakukan review ulang agar sesuai dengan kondisi kekinian, dengan pertumbuhan hunian yang semakin tinggi serta ruang hijau dan daerah tangkapan hujan yang semakin mengecil,” jelasnya.

Bahkan, Irwansyah menyoroti kondisi sejumlah kawasan permukiman yang kontur tanahnya kini jauh berada di bawah permukaan jalan. Hal ini membuat air hujan sulit mengalir dan akhirnya menggenang di area permukiman warga.

“Sudah banyak kawasan pemukiman yang konturnya jauh di bawah muka jalan. Ini tentu memperparah potensi genangan ketika hujan turun deras,” tambahnya.

Selain faktor infrastruktur, Irwansyah juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Ia menilai, kebiasaan membuang sampah sembarangan turut memperburuk kondisi drainase dan mempercepat terjadinya genangan air.

“Kerja sama dan kerja keras semua pihak harus dilakukan, termasuk dari warga itu sendiri. Sampah jangan dibuang sembarangan agar drainase dan akses jalan vital tidak tertimbun, karena itu juga ikut menyebabkan banjir,” tegasnya.

Sebagai langkah jangka menengah dan panjang, DPRK Banda Aceh bersama pemangku kepentingan terkait mulai membicarakan solusi strategis, seperti pembangunan kolam retensi, rumah pompa, hingga penerapan sumur resapan atau drainase vertikal di kawasan rawan genangan.

Usai pertemuan tersebut, Irwansyah menyampaikan sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti. 

Di antaranya adalah pembersihan sedimen drainase yang harus dilakukan secara rutin, termasuk melibatkan aparatur gampong, pembangunan saluran drainase baru untuk menghubungkan saluran yang terputus, serta pembangunan saluran crossing agar aliran air dapat terhubung ke saluran utama.

“Beberapa rekomendasi sudah kita sampaikan. Mudah-mudahan dengan langkah-langkah ini, musibah banjir genangan di Banda Aceh bisa kita minimalisir dan dampaknya tidak lagi terlalu dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Irwansyah.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI