Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Jalan Rusak dan Tergenang, Warga Minta Pemko Banda Aceh Perbaiki Drainase

Jalan Rusak dan Tergenang, Warga Minta Pemko Banda Aceh Perbaiki Drainase

Rabu, 07 Januari 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Genangan air pasca huja di kawasan Simpang Mesra menuju Lamnyong, Darussalam. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Hujan yang mengguyur Kota Banda Aceh pada Rabu (7/1/2026) kembali memicu genangan air di sejumlah ruas jalan utama. 

Salah satu titik yang paling dikeluhkan warga berada di kawasan Simpang Mesra menuju Lamnyong, Darussalam, jalur vital yang setiap hari dilalui ribuan pengendara, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum.

Pantauan dialeksis.com di lapangan menunjukkan, air menggenang cukup lama di badan jalan. Kondisi tersebut diperparah dengan kontur jalan yang sudah rusak dan berlubang, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas saat hujan maupun setelahnya.

Zahran Yumna, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, menilai genangan air di jalan besar seperti kawasan Simpang Mesra sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju pusat pendidikan dan permukiman warga.

“Ini sangat berbahaya, apalagi jalan besar seperti di Banda Aceh. Saat hujan, genangan air menutupi lubang-lubang di jalan, pengendara tidak bisa melihat mana yang aman dan mana yang rusak,” ujar Zahran kepada dialeksis.com, Rabu (7/1/2026).

Pemuda asal Rukoh tersebut menuturkan, tidak sedikit pengendara yang terpaksa mengurangi kecepatan secara mendadak atau berpindah jalur untuk menghindari genangan, kondisi yang kerap memicu kemacetan hingga potensi kecelakaan lalu lintas.

“Saya sering lewat jalur itu. Kalau hujan, air tergenang cukup lama. Banyak motor yang oleng karena masuk lubang, apalagi malam hari penerangan juga kurang maksimal,” tambahnya.

Zahran menilai, persoalan genangan air tersebut bukan semata akibat curah hujan, melainkan juga lemahnya sistem drainase yang tidak mampu mengalirkan air secara optimal. Saluran air di sekitar lokasi terlihat dangkal dan tersumbat, sehingga air hujan meluap ke badan jalan.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan dan drainase sangat mendesak mengingat kawasan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan pendidikan Darussalam. 

Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dikhawatirkan akan terus menelan korban dan mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kita berharap pemerintah benar-benar turun ke lapangan untuk memperbaiki drainase dan juga jalan yang sudah rusak. Jangan hanya ditambal sementara, tapi diperbaiki secara menyeluruh,” tutupnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI