Beranda / Politik dan Hukum / Antara Jokowi, Airlangga, dan Dinamika Golkar, Siapa Pemimpin Berikutnya?

Antara Jokowi, Airlangga, dan Dinamika Golkar, Siapa Pemimpin Berikutnya?

Minggu, 10 Maret 2024 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ali Muchtar Ngabalin.  Foto: VOI


DIALEKSIS.COM | Nasional - Ahli Senior KSP, Ali Mochtar Ngabalin, menepis spekulasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menjadi penghalang bagi Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dalam mencalonkan diri kembali sebagai ketum Golkar. Ngabalin juga meyakini bahwa Jokowi tidak akan beralih ke Golkar.

"Dugaan bahwa Jokowi akan bergabung dengan Golkar tidak masuk akal bagi saya, beliau akan kembali ke Solo sesuai dengan pernyataan beliau beberapa kali, dan saya yakin hal itu akan terjadi," ungkap Ngabalin saat dihubungi pada hari Minggu (10/3/2024).

Ngabalin mengaku telah mengenal Jokowi selama 8 tahun berada di Istana. Oleh karena itu, dia yakin bahwa Jokowi akan tetap konsisten dengan pernyataannya. 

"Selama hampir 8 tahun di Istana, saya telah mengenal dan memahami sikap serta kepribadian Jokowi dengan baik, beliau konsisten dengan apa yang beliau katakan," tambahnya.

Selain itu, Ngabalin juga percaya bahwa Airlangga akan kembali dipercayakan untuk memimpin partai berwarna kuning dengan logo beringin tersebut. Dia menyoroti prestasi Airlangga dalam Pemilu 2024.

"Dengan perolehan kursi dan suara yang signifikan pada pemilu tahun ini, kepercayaan kader dan anggota pada Mas AH (Airlangga Hartarto) sangat positif, itu menunjukkan bahwa Mas AH akan dipilih secara aklamasi dalam munas untuk memimpin Golkar dalam 5 tahun mendatang. Saya pikir semua anggota dan kader sangat memahami hal itu," paparnya.

Penilaian Terhadap Jokowi sebagai 'Batu Sandungan' Bagi Airlangga Hartarto

Sebelumnya, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai Airlangga Hartarto adalah kandidat terkuat berkat peningkatan suara dalam Pemilu 2024. Namun, ia menyoroti Jokowi sebagai hambatan bagi Airlangga.

"Airlangga Hartarto merupakan kandidat yang sangat kuat. Prestasinya dalam meningkatkan suara pada pemilu 2024 secara drastis adalah warisan yang tak dapat dipungkiri. Meskipun tidak mudah bagi Golkar menghadapi pemilu 2024 karena tidak memiliki kandidat yang kuat secara internal, namun hasil suara Golkar melonjak jauh," ungkap Adi Prayitno kepada wartawan pada hari Sabtu (9/3).

Meski demikian, kata Adi, belum ada Ketua Umum Golkar yang memimpin selama tiga periode. Dia menambahkan bahwa Golkar merupakan salah satu partai besar dengan dinamika yang tidak dapat diprediksi.

"Namun secara alami, Airlangga Hartarto mungkin akan menghadapi resistensi pada akhirnya karena belum ada ketua umum Golkar yang menjabat tiga kali berturut-turut. Saat ini mungkin belum terlihat, namun menjelang munas kemungkinan akan muncul. Golkar merupakan partai besar yang seringkali menimbulkan dinamika tak terduga," katanya.

Lebih lanjut, Adi juga menyebutkan bahwa kemungkinan bergabungnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Golkar telah menjadi rumor. Menurutnya, hal tersebut dapat mengubah dinamika internal Golkar. "Apalagi akhir-akhir ini ada desas-desus bahwa Jokowi akan bergabung dengan Golkar, hal itu dapat mengubah dinamika internal Golkar. Jika hal itu terjadi, Jokowi akan menjadi penghalang bagi Airlangga Hartarto," tambahnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda