Sabtu, 20 Juni 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Anak Korban Potong Tangan di Kajhu Surati Senator Aceh, Minta Keadilan untuk Ayahnya

Anak Korban Potong Tangan di Kajhu Surati Senator Aceh, Minta Keadilan untuk Ayahnya

Sabtu, 20 Juni 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Surat yang ditulis Riva Noviyanti, putri dari Bahtiar meminta bantuan hukum kepada anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos., M.Sos. Dokumen untuk dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Kasus dugaan pencurian yang berujung pada putusnya tangan seorang warga di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, terus menuai perhatian publik. 

Kali ini, keluarga korban meminta bantuan hukum kepada anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos., M.Sos.

Permohonan tersebut disampaikan melalui surat yang ditulis Riva Noviyanti, putri dari Bahtiar, korban yang mengalami putus pergelangan tangan kanan dalam insiden yang terjadi pada 13 Juni 2026 lalu.

Dalam suratnya, Riva mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa ayahnya. Ia menyebut ayahnya mengalami cacat seumur hidup akibat peristiwa tersebut dan meminta agar kasus itu diproses secara adil di hadapan hukum.

"Saya meminta pertolongan hukum atas peristiwa yang menimpa ayah saya. Ayah saya mengalami putus tangan dan kini cacat seumur hidup. Saya dan adik saya masih sangat membutuhkan beliau untuk keberlangsungan masa depan kami," tulis Riva dalam surat yang ditujukan kepada Senator Aceh tersebut dilansir media dialeksis.com, Sabtu, 20 Juni 2026.

Riva juga membantah tuduhan yang menyebut ayahnya mencuri tabung gas maupun sepeda motor. Menurutnya, tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Bahtiar dalam tindak pencurian sebagaimana yang dituduhkan.

"Ayah saya tidak mencuri tabung gas atau motor sebagaimana dituduhkan. Tidak ada bukti atas tuduhan tersebut. Karena itu kami memohon keadilan agar nama baik ayah saya dan keluarga dapat dibersihkan," tulisnya.

Selain meminta kejelasan hukum, Riva mengaku kondisi ekonomi keluarganya tergolong kurang mampu. Dengan kondisi sang ayah yang kini mengalami cacat permanen, ia khawatir terhadap keberlangsungan pendidikan dan masa depan keluarganya.

"Kami dari keluarga kurang mampu dan tidak berkecukupan. Karena itu kami memohon bantuan hukum kepada Bapak H. Sudirman agar kasus ayah saya dapat ditindaklanjuti dan diadili seadil-adilnya," lanjutnya.

Sebelumnya, Kapolsek Baitussalam, Iptu Riyan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 03.35 WIB.

Berdasarkan keterangan kepolisian, Bahtiar diduga memasuki pekarangan rumah warga bernama Jafaruddin (55). Pemilik rumah yang mendengar suara mencurigakan kemudian memeriksa situasi dan melihat dua orang berada di halaman rumahnya.

Polisi menyebut satu orang diduga sedang mengangkat tabung gas elpiji, sementara seorang lainnya diduga berusaha membawa sepeda motor.

Saat aksinya diketahui, keduanya disebut melarikan diri. Jafaruddin kemudian berteriak "maling" sehingga mengundang warga untuk melakukan pengejaran.

Menurut keterangan polisi, Bahtiar membawa sebilah pisau dan sempat melakukan perlawanan ketika hendak diamankan warga. Warga disebut beberapa kali meminta yang bersangkutan menjatuhkan pisau, namun tidak diindahkan.

Dalam situasi tersebut, Jafaruddin disebut mengambil sebilah parang yang tersangkut di pepohonan untuk menangkis serangan. Saat melakukan tangkisan, parang tersebut mengenai tangan Bahtiar hingga menyebabkan pergelangan tangan kanannya putus.

"Saudara Jafaruddin diserang oleh terduga pelaku dan mencoba menangkis dengan sebilah parang yang diambilnya dari pepohonan. 

Saat menangkis serangan, secara refleks tangkisannya mengenai tangan terduga pelaku sehingga mengalami luka. Dalam kondisi gelap malam hari, ia baru mengetahui pergelangan tangan terduga pelaku terputus saat korban merintih kesakitan," kata Iptu Riyan.

Setelah kejadian, warga menghubungi Polsek Baitussalam. Petugas kemudian mengevakuasi Bahtiar menggunakan mobil patroli ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
dishes