Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Sinergi INDODEPP-ESDM: Enam ASN Aceh Resmi Bersertifikasi Manajer Energi

Sinergi INDODEPP-ESDM: Enam ASN Aceh Resmi Bersertifikasi Manajer Energi

Rabu, 11 Februari 2026 10:45 WIB

Font: Ukuran: - +

Seremoni penyerahan sertifikat kepada para peserta yang telah lulus asesmen kompetensi di Aula Dinas ESDM Aceh, pada Selasa (10/2/2026), Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Endra, S.T., M.Si., mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa kompetensi ini adalah investasi jangka panjang bagi daerah. [Foto: dok. ESDM Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh mulai memperkuat tata kelola konsumsi energi di lingkungan gedung pemerintah. Sebanyak enam Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) resmi memperoleh sertifikasi Manajer Energi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikasi tersebut diperoleh setelah mengikuti pelatihan dan uji kompetensi yang digelar pada 2-5 Februari 2026 di Banda Aceh. Program ini merupakan bagian dari kerja sama Indonesia-Denmark melalui Indonesia-Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP).

Langkah ini dinilai strategis karena sektor bangunan pemerintah merupakan salah satu pengguna energi terbesar di daerah. Dengan adanya manajer energi tersertifikasi, pemerintah daerah diharapkan mampu melakukan pengendalian konsumsi listrik dan bahan bakar secara lebih sistematis.

Perkuat Implementasi Regulasi Energi

Sertifikasi ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional di bidang energi, mulai dari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi, hingga Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Manajemen Energi.

Dalam seremoni penyerahan sertifikat kepada para peserta yang telah lulus asesmen kompetensi di Aula Dinas ESDM Aceh, pada Selasa (10/2/2026), Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Endra, S.T., M.Si., mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa kompetensi ini adalah investasi jangka panjang bagi daerah.

"Kami berterima kasih kepada INDODEPP atas dukungan nyata dalam pengembangan energi bersih dan konservasi di Aceh. Kami berharap para manajer energi ini menjadi pionir yang mengimplementasikan ilmunya secara konkret di instansi masing-masing," ujar Endra.

Pelatihan dan asesmen kompetensi difasilitasi oleh PT Optima Environergi Consulta sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Denmark Soroti Peran Daerah Tekan Emisi

Head of Energy Cooperation Indonesia-Denmark dari Danish Energy Agency, Mikkel Kamp Hansen, menyebut peran pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung target transisi energi nasional.

Menurut dia, implementasi manajemen energi di tingkat daerah akan memberikan dampak kumulatif terhadap penurunan emisi karbon nasional.

“Gedung pemerintah bisa menjadi contoh praktik efisiensi energi. Jika diterapkan secara konsisten, dampaknya signifikan,” kata Mikkel.

Enam ASN Tersertifikasi

Adapun enam ASN yang dinyatakan kompeten sebagai Certified Energy Manager (CEM) berasal dari berbagai instansi, yaitu Alfiansyah (Dinas Pertanian dan Perkebunan), Ferdina (Dinas Sosial), Hermaliza (Dinas Peternakan), Poetrie Khairuny (Rumah Sakit Jiwa Aceh), Syihabuddin (Satuan Polisi Pamong Praja) dan Darmiati (Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral).

Dengan sertifikasi ini, Pemerintah Aceh berharap kebijakan konservasi energi tidak berhenti pada regulasi, tetapi diwujudkan dalam praktik pengelolaan energi yang lebih efisien dan terukur di setiap instansi. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI