Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Sejak Pekan Pertama, Helikopter Prabowo Terbang di Langit Aceh

Sejak Pekan Pertama, Helikopter Prabowo Terbang di Langit Aceh

Senin, 29 Desember 2025 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pers terkait penanganan bencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). Foto: Kompas/Fika Nurul Ulya


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkap sejumlah fakta penting di balik penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah keputusan Presiden Prabowo Subianto mengerahkan helikopter pribadinya sejak pekan pertama bencana untuk mendukung penanganan di Aceh.

Menurut Teddy, Aceh merupakan wilayah yang terdampak paling parah pada fase awal bencana. Banyak ruas jalan dan jembatan terputus, menyebabkan distribusi bantuan serta peninjauan lokasi terdampak tidak memungkinkan dilakukan melalui jalur darat.

“Kemudian kalau saya boleh cerita sedikit, sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025), sebagaimana disiarkan melalui kanal resmi Sekretariat Presiden.

Helikopter tersebut, lanjut Teddy, digunakan sepenuhnya untuk mendukung mobilitas Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama tim dalam meninjau wilayah terdampak, menjangkau daerah terisolir, serta memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Silakan digunakan ke mana pun untuk berkeliling Aceh sejak minggu pertama,” kata Teddy.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengerahkan kekuatan udara secara masif dalam penanganan bencana di wilayah Sumatra. Total sebanyak 53 helikopter dikerahkan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Puluhan helikopter tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Pertamina, serta pihak swasta. Seluruh armada udara itu difungsikan untuk mengangkut logistik, tenaga medis, dan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terisolir dan belum dapat dijangkau melalui jalur darat.

“Mereka menerbangkan logistik ke daerah yang jalannya putus, ke desa-desa, ke kepala desa, ke posko peninjauan,” jelas Teddy.

Salah satu contoh konkret operasi udara tersebut adalah pengerahan Helikopter AS 565 MBe Panther bernomor lambung HS-1305 milik TNI Angkatan Laut. Helikopter itu diterbangkan dari KRI Semarang (SMR)-594 untuk mendistribusikan bantuan kesehatan serta mengantar tim medis dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah ke Lapan Lombu, wilayah yang masih terisolir akibat bencana, pada Rabu (10/12/2025).

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan, helikopter tersebut melaksanakan misi dukungan angkutan udara bagi tenaga medis, obat-obatan, dan logistik kemanusiaan.

“TNI AL memberangkatkan enam personel kesehatan beserta perangkat obat-obatan, 400 kilogram sembako, serta perlengkapan tenda dalam dua sortie penerbangan dari KRI Semarang-594 menuju Lapan Lombu,” ujar Tunggul.

Tim medis yang diterjunkan terdiri dari satu dokter spesialis anak, satu dokter gigi, satu dokter spesialis penyakit dalam, serta tiga tenaga kesehatan pendukung. Seluruhnya merupakan tenaga kesehatan dari Kabupaten Tapanuli Tengah yang akan bertugas sementara di lokasi terdampak.

Menurut Tunggul, pengerahan helikopter tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau akibat bencana.

“Ini sekaligus menunjukkan kemampuan TNI AL dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan dan distribusi logistik di daerah terdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan pentingnya peran alutsista laut dan udara dalam mempercepat pemulihan wilayah yang dilanda bencana, sekaligus memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI