Sabtu, 30 Agustus 2025
Beranda / Pemerintahan / RSIA Aceh Tambah Layanan Neurologi, Hadirkan EEG dan EMG

RSIA Aceh Tambah Layanan Neurologi, Hadirkan EEG dan EMG

Jum`at, 29 Agustus 2025 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Direktur RSIA Aceh, dr. Nurnikmah, M.Kes sedang melihat cara kerja Elektroensefalografi (EEG) dan Elektromiografi (EMG). Foto: Humas RSIA


DIALEKSIS.COM | Aceh - Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh meluncurkan dua layanan diagnostik terbaru di Poli Saraf, yakni Elektroensefalografi (EEG) dan Elektromiografi (EMG). Kehadiran alat canggih ini menjadi bagian dari upaya RSIA memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kelainan sistem saraf yang selama ini terbatas di Aceh.

Direktur RSIA Aceh, dr. Nurnikmah, M.Kes, menyebut langkah ini sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif. 

“Kami sangat bangga dapat menghadirkan layanan pemeriksaan EEG dan EMG. Ini wujud nyata dari komitmen kami untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik. Dengan adanya alat ini, kami berharap bisa membantu lebih banyak masyarakat yang memiliki keluhan gangguan saraf,” katanya.

Selama ini disampaikan  dr. Nurnikmah, pasien dengan dugaan gangguan neurologis kerap terkendala akses fasilitas pemeriksaan. Tak sedikit yang harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan diagnosis. Penambahan layanan EEG dan EMG di RSIA diharapkan memutus hambatan tersebut. Pasien kini bisa mendapatkan diagnosis dini dan penanganan tepat di Banda Aceh, tanpa perlu menanggung biaya tambahan atau menempuh perjalanan jauh.

"Kehadiran layanan ini juga memberi dukungan signifikan bagi dokter spesialis saraf untuk bekerja lebih presisi. Dengan hasil pemeriksaan yang detail, penentuan diagnosis bisa dilakukan lebih cepat, sehingga pasien memperoleh terapi sesuai kebutuhan," ujarnya. 

Selanjutnya ia menjelaskan RSIA turut memperkenalkan fungsi kedua alat agar masyarakat lebih memahami manfaatnya.

EEG adalah pemeriksaan non-invasif untuk merekam aktivitas listrik otak dengan elektroda kecil yang ditempel di kulit kepala. Alat ini penting untuk mendeteksi epilepsi, kejang non - epilepsi, gangguan tidur, hingga menilai tingkat kesadaran pasien. Data EEG membantu dokter menentukan jenis kejang dan area otak yang terlibat.

EMG digunakan untuk mengukur aktivitas listrik otot sebagai respons terhadap rangsangan saraf. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gangguan seperti saraf terjepit, neuropati perifer, sindrom carpal tunnel, hingga penyakit neuromuskular seperti Myasthenia Gravis. EMG memberikan gambaran jelas mengenai lokasi dan tingkat keparahan kerusakan saraf atau otot.

Dengan layanan ini, RSIA Aceh menempatkan diri sebagai salah satu pusat layanan neurologi yang terpercaya di Aceh. Ke depan, rumah sakit berencana memperkuat kapasitas tenaga medis, mengembangkan penelitian klinis, serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Langkah ini menandai babak baru dalam layanan diagnostik di Aceh sebuah upaya menjembatani kesenjangan fasilitas kesehatan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan layanan modern tanpa harus keluar dari provinsi.

Keyword:


Editor :
Redaksi

Berita Terkait
    perkim, bpka, Sekwan
    riset-JSI
    pelantikan padam
    17 Augustus - depot
    sekwan - polda
    damai -esdm
    bpka