Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Pemkab Bireuen Mulai Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir, Akan Dibangun 3.692 Unit

Pemkab Bireuen Mulai Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir, Akan Dibangun 3.692 Unit

Rabu, 07 Januari 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : MRD

Bupati Bireuen, Mukhlis, ST pada peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap, Rabu (7/1/2026). [Foto: Dokumen untuk Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Pemkab Bireuen mulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor. Hal itu diawali dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Bireuen, Rabu (7/1/2026).

Hal itu sebagai wujud nyata upaya Bupati Bireuen Mukhlis, ST untuk masyarakat korban bencana sekaligus menjawab polemik tentang hunian sementara dan hunian tetap kepada korban bencana di Kabupaten Bireuen, karena dalam beberapa hari terakhir hal tersebut menjadi isu yang memanas di kalangan masyarakat daerah itu.

Langkah tersebut menandai dimulainya fase pemulihan fisik dan sosial bagi kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang terjadi akhir November 2025 lalu. Pembangunan hunian tetap tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Bireuen dengan unit hunian yang akan dibangun sebanyak 3.692 hunian tetap.

Bupati Bireuen Mukhlis, ST pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap ini bukan sekadar menyediakan tempat berteduh, tetapi membangun kembali harapan dan semangat warga yang sempat hilang agar bangkit kembali menatap masa depan.

"Hari ini kita memulai babak baru. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa para korban banjir yang kehilangan rumahnya akan mendapatkan hunian tetap yang layak untuk memulai hidup baru pascabencana. Kami berharap proses pembangunan ini berjalan lancar agar warga dapat segera menempatinya," ujar Mukhlis.

Terlebih, katanya, dalam waktu dekat akan memasuki bulan ramadan. Makanya Pemkab Bireuen mengambil langkah yang bijak agar masyarakat dapat terbantu dan nyaman menjalani ramadan.

"Peletakan batu pertama hunian tetap pada hari ini adalah yang perdana di Aceh pascabencana, ini membuktikan keseriusan Pemkab Bireuen dalam menangani persoalan yang terjadi pascabencana," kata politisi yang juga menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen.

Mukhlis melanjutkan, sambil menunggu rumahnya selesai dibangun. Ada dana dari Pemerintah Pusat yaitu Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada masyarakat Rp.600.000 Per KK untuk tiga bulan yang turut diserahkan secara simbolis dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Acara peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap turut dihadiri pejabat Forkopimda Bireuen, tokoh masyarakat dan pejabat instansi terkait. Turut hadir Tenaga Ahli BNPB, Brigjen TNI (Purn) Yannamora yang berharap hunian tetap dapat rampung bulan Ramadan 2026. [mur]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI