DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah menambah alokasi jagung untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan sebanyak 150.000 ton. Tambahan tersebut akan menjadi penugasan baru bagi Perum Bulog untuk membantu memenuhi kebutuhan peternak unggas skala mikro, kecil, dan menengah.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.
"Ada tambahan lagi. SPHP jagung 150 ribu ton," ujar Amran, dalam keterangan resminya yang diterima pada Jumat (11/9/2026).
Sebelumnya, SPHP jagung pakan tahap pertama memiliki kuota 213.200 ton. Hingga 7 September 2026, realisasi penyaluran tahap pertama dan kedua mencapai 143.500 ton atau 59,5 persen dari target 241.200 ton. Jagung tersebut telah diakses peternak di 33 provinsi.
Amran menegaskan SPHP jagung akan diperpanjang hingga akhir tahun untuk memastikan kebutuhan peternak terpenuhi. Harga jagung ditetapkan Rp 5.000 per kilogram di gudang Bulog dan maksimal Rp 5.500 per kilogram di tingkat peternak.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan tambahan 150.000 ton tersebut diprioritaskan bagi peternak UMKM, bukan perusahaan atau pabrik besar. [in]