Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Rabu, 28 Januari 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh sekaligus Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA. Foto: Kemendagri


DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Dari total 16.294 unit huntara yang direncanakan, baru 3.248 unit atau sekitar 19,9 persen yang telah selesai dibangun. Sementara itu, sebanyak 13.046 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Safrizal ZA, mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak para korban yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.

“Dari total tersebut, 3.248 unit huntara telah selesai dibangun. Sisanya, sekitar 80,1 persen, masih dalam proses pengerjaan,” kata Safrizal, Rabu, 28 Januari 2026.

Menurut Safrizal, seluruh jajaran di lapangan bekerja secara intensif agar target pembangunan huntara dapat segera diselesaikan. Pemerintah, kata dia, menempatkan pemulihan hunian warga terdampak sebagai prioritas utama pascabencana.

Data Satgas mencatat, hingga saat ini terdapat 12 kabupaten/kota di Aceh yang mengajukan pembangunan huntara. Selain itu, sebanyak 16 kabupaten/kota mengusulkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang belum dapat menempati hunian sementara.

Sejumlah daerah menunjukkan progres pembangunan yang cukup signifikan. Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebagai wilayah dengan capaian terbesar, dengan sekitar 1.000 unit huntara telah rampung dan lebih dari 1.600 unit masih dalam tahap pembangunan.

Kabupaten Aceh Utara menyusul dengan 829 unit selesai dibangun dan sekitar 3.400 unit masih dikerjakan. Sementara itu, Kabupaten Pidie Jaya telah menyelesaikan 222 unit huntara, Aceh Tengah 275 unit, serta Kabupaten Bener Meriah sekitar 200 unit dari total rencana ratusan unit.

Adapun untuk penyaluran Dana Tunggu Hunian, jumlah penerima mencapai 8.047 kepala keluarga. Dari angka tersebut, sekitar 4.000 kepala keluarga telah menerima bantuan, sedangkan sisanya masih dalam proses finalisasi.

“Proses yang berjalan saat ini didominasi pembukaan rekening dan verifikasi lapangan,” ujar Safrizal.

Ia menegaskan pemerintah pusat turut bekerja ekstra untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, mulai dari pendataan korban, percepatan pembangunan huntara, hingga penyaluran DTH. Koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus diperkuat agar seluruh program pemulihan dapat segera dituntaskan.

Safrizal berharap percepatan ini dapat memberikan kepastian hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dalam waktu dekat.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI