Minggu, 12 Juli 2026
Beranda / Pemerintahan / Pemerintah Aceh Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026 Demi Pembangunan

Pemerintah Aceh Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026 Demi Pembangunan

Minggu, 12 Juli 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Nasir Syamaun dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Nasir Syamaun, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).

 Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar dan akurat.

Hal tersebut disampaikan Nasir dalam kegiatan Senam Bersama Pemerintah Aceh dan Nobar Piala Dunia Kecamatan Banda Raya untuk Penguatan Komitmen Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026" yang digelar di Halaman Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (12/7/2026).

Menurut Nasir, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan.

"Yang paling penting adalah kita membutuhkan data yang akurat dan benar. Setiap pengambilan kebijakan selalu didasarkan pada data. Kalau datanya tidak akurat, maka hasil keputusan dan kebijakan yang diambil juga akan bermasalah," ujar Nasir.

Ia mengajak seluruh masyarakat, termasuk pelaku usaha, untuk tidak ragu memberikan informasi yang sebenarnya kepada petugas BPS. Ia menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

"Mari kita dukung Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan BPS agar seluruh data masyarakat dan dunia usaha benar-benar akurat. Dengan data tersebut kita bisa mengetahui kondisi riil, mulai dari tingkat kemiskinan, potensi ekonomi, hingga kebutuhan pembangunan di setiap daerah," katanya.

Nasir menjelaskan, data yang valid akan membantu pemerintah menentukan arah kebijakan yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

"Kalau datanya benar, maka kebijakannya juga akan tepat. Sebaliknya, kalau datanya salah, tentu kebijakan yang diambil juga berpotensi keliru," ujarnya.

Ia mencontohkan pentingnya kualitas data dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah. Menurutnya, evaluasi terhadap sejumlah regulasi menunjukkan bahwa akurasi data menjadi faktor penting agar kebijakan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain menyampaikan dukungannya terhadap Sensus Ekonomi, Nasir juga mengapresiasi inisiatif menggabungkan kegiatan senam bersama dan nonton bareng pertandingan Piala Dunia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi cara yang positif untuk menumbuhkan semangat hidup sehat sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam program pemerintah.

"Nonton bareng ini menjadi media untuk mengajak masyarakat mencintai olahraga. Sebelumnya kita juga melaksanakan senam bersama, sehingga masyarakat bisa berkumpul sekaligus mendapatkan informasi mengenai pentingnya Sensus Ekonomi," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Aceh hingga saat ini telah mencapai hampir 50 persen. 

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan progres yang cukup baik berkat dukungan pemerintah daerah serta tingginya partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada petugas sensus.

Meski demikian, Agus mengatakan BPS masih memiliki waktu sekitar 11 bulan untuk menuntaskan seluruh rangkaian pendataan. Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar target penyelesaian sensus dapat tercapai sesuai jadwal.

"Kami mengharapkan seluruh pelaku usaha maupun masyarakat dapat memberikan data secara jujur, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya. Data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik, bukan untuk perpajakan atau kepentingan lainnya," ujarnya.

Agus menjelaskan, salah satu tantangan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 adalah pendataan pada sektor konstruksi. 

Tingginya mobilitas perusahaan, mulai dari berpindah lokasi proyek hingga perusahaan yang sudah tidak lagi beroperasi, membuat petugas harus melakukan penelusuran lebih mendalam untuk memastikan data yang diperoleh benar dan akurat.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, Agus mengapresiasi tingginya tingkat penerimaan masyarakat Aceh terhadap petugas sensus. Menurutnya, hingga kini hampir tidak ada kendala berarti di lapangan karena masyarakat menunjukkan sikap yang kooperatif selama proses pendataan berlangsung.

"Alhamdulillah, masyarakat Aceh sangat terbuka menerima petugas kami. Bahkan di beberapa daerah, petugas disambut dengan ramah dan diberikan jamuan oleh warga. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menyelesaikan pendataan dengan hasil yang berkualitas," katanya.

Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut hingga seluruh proses Sensus Ekonomi 2026 selesai, sehingga data yang dihasilkan benar-benar mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI